Sponsors Link

6 Cara Menasehati Anak yang Merokok Supaya Berhenti

Sponsors Link

Cara menasehati anak yang merokok seharusnya dilakukan dengan baik oleh orang tua demi kesehatan sang anak. Walaupun anak terkesan telah kecanduan merokok namun tetap saja tak ada kata terlambat untuk melepaskannya dari kebiasaan buruk merokok. Orang tua dalam hal ini harus lebih menunjukkan perhatian dan dukungannya pada anak sehingga anak dapat lebih mempercayai orang tuanya. Selain itu dapat pula menjadi cara membuat anak lebih terbuka kepada orang tua. Lalu apa yang sebaiknya dilakukan jika melihat anak sedang merokok? Berikut beberapa cara menasehati anak yang merokok supaya dapat berhenti melakukan hal tersebut.

1. Tidak marah secara berlebihan.

Marah secara berlebihan bukanlah merupakan jalan keluar bagi setiap permasalahan yang ada. Dalam hal ini termasuk marah terhadap anak yang merokok di usia sekolah. Dampak buruk memarahi anak sebenarnya justru akan membuat anak menjadi takut. Perasaan takut ini kemudian akan membuatnya semakin menutupi perbuatannya dan mengatakan hal yang tidak jujur karena takut dimarahi.

2. Mendengarkan pandangan anak tentang arti rokok.

Seorang anak berhak mengutarakan pendapatnya atau penilaiannya mengenai sesuatu termasuk rokok. Tidak ada salahnya apabila orang tua mau mendekati anaknya dan mengajaknya berbincang sebagai cara mendidik anak yang keras kepala terutama tentang apa yang ia pikirkan mengenai rokok. Mengapa ia merokok? Apa keuntungan merokok? Semua ini bisa ditanyakan secara langsung pada anak dengan lembut sehingga ia merasa nyaman dalam mengemukakan pandangannya. Ketenangan akan membuatnya mengemukakan pendapatnya secara jujur.

3. Menjelaskan dampak buruk dari merokok.

Jika rokok itu tidak baik maka berikanlah penjelasan pada anak tentang dampak buruk dari merokok. Penjelasan ini dapat dilakukan melalui cara berkomunikasi dengan anak remaja yang baik. Penjelasan mengenai dampak buruk dari merokok juga seharusnya diutarakan dengan jelas menggunakan bahasa yang dipahami oleh anak.

4. Memberi teladan yang mencerminkan perilaku bebas dari rokok.

Kebanyakan anak meniru perilaku orang tuanya. Jika orangtua merokok maka anak kemungkinan besar akan merokok pula. Hal ini terjadi karena anak pada dasarnya selalu melihat perilaku orang tuanya dalam bertindak. Oleh karena itu sebaiknya sabarlah dalam cara mendidik anak yang suka membantah jika diminta tidak merokok. Berikan contoh yang baik supaya anak mau berhenti merokok.

5. Memberi reward saat anak berhenti merokok.

Jika anak bersedia untuk berhenti merokok dan ia benar-benar telah melakukannya maka orang tua bisa memberinya suatu pujian sebagai reward. Usaha untuk berhenti merokok pada dasarnya tidaklah mudah. Untuk berhenti merokok tentunya dibutuhkan suatu niat dan kemauan yang besar. Oleh karena itu jika anak bisa berhenti merokok maka ia pantas menerima penghargaan dari orang tuanya.

6. Melakukan terapi untuk berhenti merokok.

Ketergantungan pada rokok dapat dilihat dari frekuensi anak merokok. Semakin sering ia merokok maka semakin besar ketergantungannya pada rokok. Untuk menyembuhkan kebiasaan buruk ini tentunya diperlukan suatu terapi dengan tips memilih dokter anak yang tepat. Jika anak merasa sangat sulit untuk melepaskan diri dari rokok maka sebaiknya ajaklah ia untuk menemui dokter supaya ia dapat menghentikan kebiasaan merokoknya.

Cara menasehati anak yang merokok sebaiknya dilakukan bukan dengan emosi yang disertai dengan kemarahan yang meledak-ledak. Sebaiknya berikan penjelasan pada anak mengapa ia harus berhenti merokok. Tak ada salahnya juga apabila orang tua lebih menyediakan waktunya bagi anaknya sehingga anak dapat terhindar dari pergaulan yang salah misalnya merokok.

Sponsors Link
, , , , , , , ,
Post Date: Friday 25th, May 2018 / 14:13 Oleh :
Kategori : Parenting