Sponsors Link

7 Cara Memberikan Hukuman yang Mendidik untuk Anak di Rumah

Sponsors Link

Ketika anak sedang bertingkah yang menguji kesabaran orang tua, situasi itu akan menjadi tantangan bagi orang tua untuk memberikan hukuman yang mendidik daripada sekedar menghukum anak. Sebagaimana lazimnya anak kecil, orang tua sering sekali dibuat kehilangan kesabaran sehingga amarah mengambil alih kemampuan berpikir bijak untuk memberikan hukuman yang mendidik pada anak. Menghukum anak dengan mendidik sangat penting bagi kelanjutan tumbuh kembangnya secara psikologis.

ads

Pemberian hukuman yang ditujukan kepada anak secara membabi buta biasanya hanya membuat anak takut dan melakukan kesalahannya lagi secara sembunyi – sembunyi. Anak tidak akan memahami alasan mengapa orang tua marah dan menghukumnya mereka hanya akan mengulanginya lagi kelak. Hal itu sangat mungkin karena anak tidak paham dimana letak kesalahan mereka dan bagaimana seharusnya mereka bersikap.

Hukuman yang Mendidik

Cara memberikan hukuman untuk anak dengan hukuman fisik berupa pukulan, cubitan, dan lain – lain sangat tidak disarankan oleh para psikolog anak. Selain karena berbahaya, anak juga bisa meniru perilaku ini ketika berinteraksi dengan temannya atau ketika dewasa kelak. Sangat dianjurkan untuk memberi hukuman pada anak dengan cara yang mendidik seperti ini:

1. Sesuaikan usia anak

Cara mendidik anak usia 1 tahun dengan yang lebih tua tidak dapat disamakan. Anak yang berusia dua tahun kebawah biasanya melakukan kenakalan karena mereka belum tahu bagaimana cara berperilaku yang pantas dalam menyampaikan emosinya. Anda bisa memberikan hukuman dengan metode ‘time out’  dengan membawa anak ke ruangan terpisah dan meninggalkan anak untuk merenungi kesalahannya selama waktu tertentu. Ketika waktu tersebut berakhir, peluklah anak dan katakan bahwa ia perlu berjanji untuk tidak mengulanginya lagi. Pada anak yang lebih besar, sebagai cara mendidik anak usia 5 tahun, mereka sudah mengerti beberapa konsekuensi dari tindakannya sendiri, sehingga Anda bisa memberikan penjelasan kepada anak. Berikan penghargaan ketika anak berhasil mengikuti aturan.

2. Sesuaikan hukuman dengan kesalahan anak

Identifikasi penyebab anak melakukan pelanggaran aturan dengan benar dan Anda bisa menyesuaikan dengan hukuman yang akan diberikan. Berikan konsekuensi kepada anak saat itu juga agar anak bisa merasakan akibat dari perbuatan mereka dengan segera, sehingga lain kali anak akan berpikir untuk mengulanginya lagi.

3. Konsisten

Walaupun anak melakukan kesalahan yang sama terus menerus, pemberian hukuman penting untuk tetap berlangsung dengan konsisten. Berlakukan hukuman yang sama pada beberapa situasi sehingga anak juga akan belajar mengenai pentingnya konsistensi dalam setiap tindakannya. Cara mendidik anak agar cerdas sejak bayi sekaligus melatih agar anak menjadi orang yang konsisten dengan keputusan yang diambilnya.

4. Tidak melukai anak

Pemberian hukuman yang tidak akan melukai fisik, mental dan perasaan anak sangat penting agar anak tidak menjadi trauma jika merasa melakukan kesalahan, sebab kekerasan dapat merenggut kemampuan anak untuk mengambil inisiatif dan berpikir mandiri. Ini bisa menjadi cara bijak mengatasi anak yang suka memukul.

5. Membangun diri anak

Memberikan hukuman kepada anak tujuannya agar anak tidak lagi mengulangi kesalahan yang sama, sekaligus memberikan dorongan kepada anak untuk melakukan hal yang tepat. Hukuman yang konstruktif akan menjadi cara mudah mendidik anak untuk minta maaf kepada orang lain.

6. Berikan penjelasan

Hukuman diberikan pada anak hendaknya disertai dengan penjelasan yang memadai mengapa mereka dihukum dan apa yang harus dilakukan ketika melakukan kesalahan tersebut. Hal ini penting dilakukan agar anak mengerti bahwa kesalahan tersebut tidak bisa diulangi kembali.

7. Jangan mempermalukan anak

Kurangnya pengetahuan mengenai apa yang boleh dan tidak boleh dilakukan membuat anak melanggar peraturan. Akan tetapi pemberian hukuman pun tidak bisa berupa hal yang akan membuat anak malu dan trauma seumur hidup. Menghukum anak dengan benar juga dapat menjadi cara mendidik anak yang suka membantah, cara mendidik anak yang malas belajar, dan cara mendidik anak yang suka mencuri.

Cara menghukum anak dengan mendidik perlu dilakukan sebagai bagian dari pembentukan karakter anak agar kelak anak dapat mengerti setiap konsekuensi, sebab dan akibat dari perilaku yang ditunjukkannya. Dengan demikian anak akan terbiasa untuk mempertimbangkan baik buruknya dari setiap keputusan dan tindakan yang akan dia ambil, dan bertanggung jawab terhadap keputusannya tersebut.

Sponsors Link
, , , , , , , , , ,
Post Date: Tuesday 05th, December 2017 / 04:45 Oleh :
Kategori : Parenting
Doctors Talk

Bolehkah susu kental manis dikonsumsi anak anak ? Simak penjelasan dr. Retno Kuntarti, Sp.GK, spesialis gizi berikut ini.