Sponsors Link

4 Cara Melatih Anak Minum Susu dengan Gelas yang Mudah

Sponsors Link

Transisi dari botol atau sippy cup pada gelas biasa merupakan suatu langkah penting pada tumbuh kembang anak dan membutuhkan kesabaran. Tidak penting apakah Anda memperkenalkan gelas sebagai alternatif dari ASI atau susu botol, atau berpindah dari sippy cup ke gelas, ada beberapa keuntungan apabila latihan ini dilakukan lebih awal. Anak dapat mengetahui bahwa ada pilihan lain selain menyusu dengan botol atau menyusu pada ibu, dan itu membuat lebih mudah untuk menyapih anak dari keduanya. Anak juga akan dapat melatih otot mulutnya dan juga melatih kemampuan motoriknya serta koordinasi tangan serta mata untuk belajar minum dari gelas. Tidak ada waktu yang paling tepat untuk cara melatih anak minum susu dengan gelas, akan tetapi kebanyakan anak berusia 16-17 bulan telah mulai mengembangkan kemampuan motorik untuk minum dari gelas terbuka tanpa tumpah dengan sedikit latihan.

Melatih Anak Menggunakan Gelas

Tentu saja akan membutuhkan waktu bagi anak untuk menguasai kemampuan motorik yang dibutuhkan untuk minum susu dari gelas, jadi berilah anak banyak kesempatan untuk berlatih untuk menghindari dampak negatif penggunaan dot pada bayi. Cara melatih anak minum susu dengan gelas dapat Anda lakukan seperti berikut:

1. Singkirkan botol susunya

Anda akan sulit untuk melakukan cara melatih anak minum susu dengan gelas ketika ia masih dapat melihat botol susunya ada di jangkauan. Sudah tentu anak akan memilih tetap menggunakan botol karena itulah cara yang paling nyaman untuk dirinya. Jangan ragu untuk menyingkirkan botol susu anak sepenuhnya ketika Anda sudah memutuskan untuk mengajarinya minum susu dari gelas. Ketahui juga bahaya memberikan susu botol pada anak sambil tiduran dan botol yang tidak steril juga dapat menjadi penyebab sariawan pada bayi.

2. Biarkan anak memilih 

Membiarkan si kecil memilih cangkirnya sendiri akan memberinya perasaan bahwa ia memiliki kendali. Tunjukkan dua macam gelas yang berbeda dan biarkan ia memilihnya sendiri. Usahakan untuk mencari gelas yang dapat menarik minat anak agar ia semakin bersemangat dan mudah melakukan cara menghilangkan kebiasaan ngedot pada anak. Cara merawat gigi anak sejak dini dan cara mengatasi karies gigi pada anak balita juga dapat dilakukan dengan menghentikan kebiasaan memakai dot untuk minum susu.

3. Tunjukkan caranya

Anak belajar dari meniru orang tuanya, maka jika Anda kerap menunjukkan pada anak bahwa Anda minum dari gelas yang terbuka, ada kemungkinan anak akan berminat untuk mencoba melakukannya sendiri. Temani anak ketika ia belajar minum. Anda juga dapat menyiapkan minuman untuk diri sendiri agar dapat diminum bersama – sama si kecil yang minum susu. Tetap awasi anak saat ia belajar minum susu dari gelas untuk menghindari anak tersedak.

4. Jangan memaksa 

Ada kemungkinan bahwa anak akan mogok ketika sedang belajar menggunakan gelas untuk minum susu, atau ia tidak lagi mau minum susu menggunakan gelas selama beberapa waktu. Jika ini terjadi, tetaplah usahakan untuk tenang dan tidak memaksa anak. Tetap lakukan langkah – langkah yang biasa Anda lakukan setiap hari. Jangan memaksa anak untuk mengikuti keinginan Anda. Bersabarlah dengan amukan yang mungkin terjadi, sebab biasanya hal tersebut hanya akan berlangsung sementara. Untuk mengatasi saat ketika anak mogok minum susu, Anda bisa mengganti sumber kalsium anak dengan asupan makanan lainnya.

Berhenti menggunakan botol mungkin akan sedikit menyulitkan pada malam hari, ketika anak sudah terbiasa tidur dengan minum susu botol lebih dulu. Anak mungkin akan menjadi sulit tidur atau memerlukan waktu tidur lebih lama, dan dengan demikian begitu pula orang tuanya. Untuk itu Anda bisa menyiasatinya dengan menguatkan rutinitas yang lain, misalnya dongeng sebelum tidur, mendampingi anak sebelum tidur, memberi boneka kesayangannya, memutarkan musik pengantar tidur, dan lain sebagainya agar lama kelamaan anak dapat tidur tanpa merasa kehilangan susu botolnya.

Sponsors Link
, , , , , , , , ,
Post Date: Tuesday 19th, June 2018 / 13:14 Oleh :
Kategori : Parenting