Sponsors Link

8 Cara Jitu Mengenali Bakat Anak Sejak Dini

Sponsors Link

Cara Jitu Mengenali Bakat Anak – Mengenali bakat anak adalah persoalan yang paling kerap ditanyakan oleh orang tua dalam setiap seminar tentang parenting atau pengembangan bakat anak. Hal ini umum dan wajar terjadi karena banyak orangtua yang masih belum mengetahui bagaimana cara mengenali bakat anak secara efektif. Hal ini kerap membuat orang tua jadi sering kebingungan dan akibatnya ada sejumlah pihak yang memanfaatkan situasi ini untuk mendapatkan keuntungan. Bila Anda adalah orang tua yang peduli dan ingin belajar tentang mengenali bakat anak Anda, bacalah artikel ini sampai tuntas untuk menambah wawasan Anda dan dapat mempraktekkannya.

ads

Fenomena yang berkembang di masyarakat saat ini adalah pemikiran bahwa anak sudah dapat diketahui bakat dan minatnya sedari kecil. Bila anak terlihat menyukai olahraga, maka orangtua akan otomatis berpikir dan menyebut bahwa anak kelak saat dewasa akan menjadi atlet atau pelatih olahraga. Demikian pula halnya bila sejak kecil anak terlihat suka menyanyi, orang tua pasti akan melihat bahwa anak kelak ketika besar berbakat menjadi seorang penyanyi.

Nyatanya, anggapan tersebut ternyata keliru. Diungkapkan oleh Vera Hadiwidjojo, seorang psikolog anak dari Lembaga Psikologi Terapan Universitas Indonesia (LPTUI), sebelum anak memasuki usia pubertas, kesukaan atau hobi anak tidak bisa dijadikan tolok ukur apakah itu merupakan bakatnya atau bukan. Usia anak-anak justru diharapkan untuk seluas-luasnya mengeksplorasi berbagai bidang sehingga kelak anak menemukan dimana jalan/jalur bakatnya.

Bakat anak sebenarnya tidak bisa diketahui secara persis. Yang bisa dilakukan oleh orang tua hanyalah mengetahui potensi bakat tersebut. Kenapa hal ini dapat terjadi? Menurut Howard Gardner, bakat diidentifikasikan sebagai sebuah aktivitas teratur yang dihargai oleh orang-orang disekitarnya dan dapat dinilai berdasarkan tingkat kemahirannya. Contohnya, menggambar atau menyanyi bisa dikatakan sebagai sebuah bakat ketika aktivitas tersebut dihargai oleh orang-orang sekitar dengan cara berkesempatan mengikuti kompetisi, pameran atau hasil karyanya laku dijual. Jadi, yang benar adalah kita baru bisa mengenali bakat anak yang sebenarnya ketika suatu aktivitas itu dihargai oleh orang lain serta mendapat pengakuan.

Orang tua sebaiknya tidak terburu-buru untuk memastikan bahwa anak berbakat di satu bidang tertentu saja. Hanya karena anak menyukainya, bukan berarti anak tersebut berbakat dalam hal tersebut. Hal ini sangat penting untuk disadari oleh para orang tua karena orang tua harus sadar bahwa minat dan bakat anak-anak di usia dini cenderung masih berubah-ubah sesuai dengan kondisi lingkungan dan interaksinya dengan banyak hal disekitarnya. Penting disadari bahwa strategi sangat dibutuhkan bagi orang tua agar tidak salah menilai dan menyalurkan bakat dan minat yang ada pada anak dengan terburu-buru. Bila orang tua sampai salah mengenali minat dan bakat pada anak, hal ini bisa berakibat fatal dan menghambat proses aktualisasi diri anak.

Kesalahan terbesar orang tua dalam hal mengenali minat dan bakat anak adalah menganggap bahawa IQ (Intelligence Quotient) adalah hal yang paling penting dan terutama. Padahal, faktanya IQ bukanlah satu-satunya faktor penentu masa depan anak. IQ memang penting, namun itu lebih kepada persoalan akademis. Tidak semua anak dianugerahi kecerdasan intelektual yang baik. Maka, orang tua harus bijak dan cerdas dalam menyikapi jenis-jenis kecerdasan yang dimiliki oleh setiap anak karena setiap anak dilahirkan berbeda dengan keistimewaannya masing-masing.

Kerap kali, orang tua begitu mendewakan IQ sebagai tolok ukur utama untuk mengukur kecerdasan anak dan melihat ke arah mana anak sebaiknya diarahkan. Dunia telah mengalami perkembangan yang begitu pesat dimana tingkat persaingan dan daya tawar sumber daya manusia di dunia semakin ketat dan sengit. Bila hanya berpatokan pada kecerdasan intelektul saja, anak tidak akan bisa bertahan menghadapi dunia yang kejam. Meski kecerdasan intelektual dapat membuat anak mendapatkan pekerjaan impian dengan sejumlah uang yang besar, namun hal itu tidak menjamin anak akan merasa bahagia dan mendapat posisi yang layak di tengah-tengah lingkungan.

Sedari dini, banyak orang tua di seluruh dunia yang mulai memikirkan bahwa saat ini amatlah penting untuk mengetahui kemana bakat dan minat seorang anak berada. Berbeda dengan zaman dahulu dimana orang tua cenderung santai dan cuek dalam soal mengetahui bakat minat anak. Akibatnya, banyak anak-anak yang memiliki bakat luar biasa atau sangat menojol dalam bidang tertentu namun karena tidak dikenali orang tua dan diasah sejak dini, bakatnya menjadi seperti pisau yang tumpul karena tidak pernah diasah. Hal ini tentu saja sangat disayangkan mengingat betapa pentingnya porsi orang tua dalam masa-masa awal tumbuh kembang anak dan penentu pijakan anak dalam berkembang demi masa depannya.

Cara Mengenali Bakat Anak

Dalam konteks mengenali bakat pada anak, ada beberapa hal dan tips yang dapat dilakukan oleh orang tua. Cara-cara tersebut bersifat universal dapat diterapkan pada semua anak dengan mempertimbangkan faktor karakter asli dan pembawaan anak. Memahami cara-cara berikut dengan baik sangat bermanfaat bagi anak di masa depan karena tidak akan ada lagi bakat cemerlang yang tersiakan-siakan. Berikut beberapa cara jitu mengenali bakat anak, yaitu :

  1. Melakukan Stimulasi Anak untuk Bereksplorasi

Sejak anak berusia di bawah tiga tahun, pancing anak untuk melihat dimana ketertarikannya dalam melakukan suatu aktivitas. Biarkan anak bereksplorasi sepuas-puasnya dan berikan ia dorongan untuk mencoba berbagai macam aktivitas dari keseluruhan yang meliputi faktor-faktor dari jenis-jenis kegiatan yang menentukan kecerdasan majemuknya.

  1. Bebaskan Anak Beraktivitas

Bila anak terlihat tertarik pada suatu kegiatan, beri ia waktu dan kesempatan lebih untuk melakukan aktivitas tersebut. Dampingilah anak pada awal mulanya, selebihnya biarkan anak melakukan hal tersebut seorang diri agar dia terbiasa mandiri dalam melakukan aktivitasnya. Hal ini dimaksudkan agar anak dapat menemukan kecerdasan majemuknya dan bukan hanya karena mengikuti perintah kedua orang tuanya.

ads
  1. Kenali Perilaku Antusias Anak

Sebagai langkah awal, lakukan observasi terhadap perilaku anak sebelum, selama dan setelah melakukan aktivitas. Bagaimana reaksinya sebelum melakukan aktivitas tersebut? Apa sikap dan perilaku yang ditunjukkan anak saat melakukan aktivitas tersebut? Apa yang dia lakukan setelah selesai melakukan aktivitas? Perilaku-perilaku semacam ini lebih mudah dipahami karena terlihat dengan sangat jelas. Jangan terlewat untuk mengamati reaksi pada wajah anak seperti perubahan ekspresi wajah atau celoteh yang keluar dari mulutnya. Rangsang anak untuk bercerita tentang pengalamannya setelah ia selesai melakukan aktivitas tersebut.

Ada 4 ciri-ciri perilaku antusias yaitu sebagai berikut:

  • Cepat belajar dan menguasai jenis kegiatan tersebut tanpa harus dipandu oleh orang tua terlalu intens.
  • Terlihat asyik dan tidak mau diganggu saat melakukan aktivitas. Seluruh perhatiannya sepenuhnya tercurah pada kegiatan tersebut.
  • Tampak puas dan bahagia setelah selesai melakukan aktivitas. Reaksi ini terlihat jelas dari reaksi di wajahnya.
  • Ingin mengulangi aktivitas tersebut karena merasa tertantang dan sangat menikmati waktu dengan aktivitas tersebut.

Bila anak tidak menunjukkan salah satu dari ciri-ciri di atas, hal ini berarti orang tua belum bisa mengenali bakat anak secara nyata. Jangan menyerah, berilah ia stimulasi dengan jenis kegiatan lain atau bawalah untuk mengunjungi tempat yang berbeda. Semakin beragam dan menarik aktivitas yang dilakukan anak, semakin besar kemungkinan anak akan menunjukkan ciri-ciri perilaku antusias tersebut.

Oleh karena itu, sangat penting bagi orang tua untuk detail dan memperhatikan dengan teliti setiap reaksi dan aksi yang ditimbulkan oleh anak. Bila anak tampak biasa-biasa saja, pancing ia dengan pertanyan-pertanyaan yang dapat membuatnya terstimulasi untuk bercerita bagaimana perasaannya dan apa rasanya setelah ia melakukan aktivitas tersebut. Pada intinya, semuanya akan tampak dengan jelas dan teramati pada anak. Oleh karena itu, pastikan orang tua memahami dan menyadari setiap reaksi yang terlihat pada anak.

  1. Lakukan Penilaian

Bila orang tua sudah bisa mengidentifikasi perilaku antusias pada anak, maka orang tua bisa memeriksa pada jenis kecerdasan yang mana perilaku antusias tersebut masuk dalam kategori apa. Hal ini tidak bisa dilakukan dalam waktu yang singkat. Dibutuhkan waktu yang cukup pajang dan jangan lupa haruslah berkesinambungan agar hasil-hasil pengamatan tersebut saling cocok dan terkait satu sama lain.

  1. Berdiskusi Bersama Anak

Tak hanya bagi orang tua, mengenali minat bakat juga sangat penting untuk diketahui oleh anak. Ajak anak berdiskusi dengan bahasa ringan dan komunikasikan hasil penilaian Anda terhadap anak. Meski mungkin anak belum sepenuhnya memahami bahasan yang disampaikan oleh orang tua, namun hal ini sangat penting untuk menggali info lanjut dari reaksinya secara langsung. Komunikasikan semuanya dengan lembut dan upayakan agar anak mengerti sesuai dengan bahasa yang dipahaminya pada rentang usianya.

  1. Ajak Teman Sebaya

Dalam rangka membuat anak merasa nyaman dan senang saat melakukan jenis aktivitas baru untuknya, anak butuh teman dan lingkungan yang mendukung dengan tepat. Jangan ragu untuk mengajak anak-anak lain yang sebaya dengan anak Anda untuk mencoba melakukan hal baru atau kegiatan baru untuk semakin membuat anak bersemangat.

  1. Menonton Video Edukatif

Mengenali minat dan bakat pada anak dapat dilakukan dengan memutarkan video atau tontonan edukatif yang bersifat mengarahkan anak untuk menemukan di mana letak minat dan bakatnya. Saat ini, banyak sekali tersedia jenis-jenis video edukatif dengan beragam topik dan cerita yang dapat dimanfaatkan oleh orang tua untuk ditonton bersama-sama dengan anak.

  1. Mengenalkan Pada Alam

Anak-anak yang tumbuh dan dibesarkan dengan pengenalan kepada alam sejak dini cenderung memiliki kepribadian yang bijak dan dewasa. Dalam rangka mengeksplorasi minat dan bakat pada anak, jangan ragu untuk mengajak anak berwisata atau pergi bermain-main di alam terbuka sambil mengajarkan kepadanya ragam jenis aktivitas yang dapat dilakukan di alam terbuka tersebut. Pastikan anak merasa nyaman ketika bepergian dan kenalkan ia lebih jauh tentang alam raya dan lingkungan sekitar.

Tips Mengenali Bakat Anak

Sponsors Link

Tidak hanya kelima cara diatas yang perlu diterapkan, masih ada beberapa tips yang dapat dilakukan oleh orang tua untuk makin meyakinkan akan bakat anak. Tips-tips yang dapat dilakukan diantaranya sebagai berikut:

  • Temukan Potensi Anak

Setiap anak terlahir dengan kecerdasan unik. Masing-masing anak pun tidak ada yang sama satu sama lain. Orang tua perlu memahami mengenai jenis-jenis kecerdasan yang dikelompokkan menjadi 8 jenis yaitu kecerdasan linguistic, visul spasial, kinestetik, music, intra personal, interpersonal, logis matematika dan alam atau naturalis. Demi memahami kekuatan potensi dan bakat anak yang sesungguhnya, orang tua harus mengenalkan pada anak kedelapan jenis kecerdasan tersebut sejak dini. Barulah nanti orang tua akan dapat melihat pada jenis kecerdasan yang mana anak dapat digolongkan.

  • Buat Jurmal Berisi Laporan Hasil Rangsangan

Memperhatikan minat dan bakat pada anak membutuhkan upaya yang serius dan berlangsung secara berkesinambungan. Demi mempermudah orang tua untuk mengamati, buatlah sebuah jurnal atau check list yang berisi jenis-jenis kecerdasan apa saja yang sudah diberikan kepada anak dan tuliskan hasilnya berdasarkan perkembangan dan minat sang anak terhadap kegiatan di jenis kecerdasan itu. Catat reaksi-reaksi yang ditunjukkan anak saat ia melakukan kegiatan tersebut untuk mempermudah orang tua mengenali dan menangkap potensi-potensi bakat yang mungkin muncul di salah satu jenis kecerdasan. Jurnal ini juga akan sangat membantu nantinya saat anak mulai masuk sekolah atau universitas dan ia memerlukan panduan atau pedoman di jurusan apa ia harus meletakkan pilihannya yang juga secara otomatis akan menentukan profesinya kelak di masa depan.

  • Lakukan Tes Minat Bakat

Setelah selesai dengan pengenalan dan stimulasi terhadap bakat dan minat yang dimiliki anak berdasarkan jenis-jenis kegiatan yang digolongkan dalam jenis kecerdasan, ajak anak menemui ahli atau pskilogi untuk memperoleh tes dan assessment kemana seharusnya bakat dan minat yang dimiliki oleh sang anak diarahkan. Hal ini akan sangat membantu anak untuk dapat berjalan pada alur masa depan yang benar dengan kemampuan dan minat yang ia miliki. Saat ini, seiring dengan perkembangan ilmu teknologi dan pendidikan yang pesat, orang tua dapat mengakses ribuan jenis tes-tes minat bakat dari mulai yang sederhana sampai yang kompleks untuk diterapkan kepada anak. Tentu saja semuanya gratis dan dapat ditemukan di internet maupun buku yang dijual di pasaran. Namun, alangkah lebih baik bila orang tua tetap menemui ahli psikologi untuk berkonsultasi lebih lanjut demi mengetahui hasil yang lebih terpecaya sesuai dengan ahlinya.

Jangan Lakukan Ini Saat Melakukan Observasi Bakat Anak

Sebagai orang tua, adalah hal yang wajar saat anak sedang dalam masa pertumbuhan dan orang tua begitu ingin mengeksplorasi hal-hal yang dapat menjadi indikasi suatu bakat pada anak. Namun ingatlah bahwa anak tidak dapat dipaksa. Biarkan semuanya berjalan alamiah dan sesuai dengan kenyamanan anak. Berikut ini adalah daftar hal-hal yang seharusnya tidak dilakukan oleh orang tua saat sedang mencoba mengenali bakat pada anak:

  1. Memaksakan kehendak pada anak tanpa melihat apakah anak nyaman dengan aktivitas tersebut atau tidak.
  2. Menyuruh anak untuk melakukan jenis kegiatan yang membahayakan dirinya sendiri.
  3. Menyuruh anak untuk melakukan berbagai macam jenis kegiatan sekaligus. Anak bukan robot yang bisa diatur untuk melakukan apa saja tanpa pernah merasa lelah dan bosan.
  4. Membandingkan anak dengan anak-anak lain dan terang-terangan menunjukkan pada anak bahwa anak lain tersebut sudah bisa melakukan ini dan itu sedangkan ia belum. Hal ini hanya akan membuat anak merasa insecure dan pesimis di kemudian hari.
  5. Mengarahkan pada anak untuk melakukan kegiatan yang telah dilakukannya dan ia cenderung tidak nyaman saat melakukan hal tersebut.
  6. Terlalu pesimis bahwa anak tidak akan mampu melakukan hal yang orang tua harapkan.
  7. Tidak merencanakan dengan matang variasi aktivitas dan observasi yang dilakukan oleh anak dan cenderung hanya coba-coba saja.
  8. Tidak memastikan anak dalam kondisi sehat dan dalam mood yang baik saat hendak melakukan pengamatan terhadap sebuah aktivitas.

Cara-cara dan tips-tips diatas dapat djadikan pedoman oleh orang tua untuk mengenali bakat anak dan mendapatkan hasil sesuai yang diharapkan. Sebagai orang tua, pekerjaan rumah mendidik anak memang luar biasa menantang dan memberikan banyak sekali hal baru yang mewarnai nikmatnya peran sebagai orang tua. Salah satunya adalah mengenai mengenali bakat anak ini yang juga menjadi penentu utama masa depan sang buah hati. Orang tua memang perlu membekali diri sebanyak-banyaknya tentang arti dari mengenali bakat anak ini agar kelak ke depan saat anak sudah berada dalam masa-masa tersebut, orang tua tak lagi bingung dan resah bagaimana harus bertindak. Semuanya telah dipelajari di awal dengan baik dan tinggal mempraktikannya sesuai dengan pedoman yang telah dipelajari.

Demikian ulasan mengenai parenting khususnya dengan topik cara jitu mengenali bakat anak. Setelah membaca artikel ini dengan tuntas, diharapkan orang tua memiliki pengetahuan dan pandangan baru yang jauh lebih luas dalam mengupayakan upaya-upaya pendidikan anak dan khususnya menemukan bakat dan minat pada diri anak yang tepat sesuai dengan bawaan alamiahnya. Semoga berguna bagi Anda dan buah hati Anda.

Sponsors Link
, , , , , , , , , , ,
Post Date: Saturday 14th, January 2017 / 05:55 Oleh :
Kategori : Bakat