Sponsors Link

12 Cara Bijak Mengatasi Anak Yang Suka Memukul

Sponsors Link

Begitu banyak sifat dan karakter seorang manusia. Salah satunya sifat pemarah. Semua orang pasti memiliki sifat ini bukan? Tak terkecuali anak-anak. Sifat atau karakter seseorang, termasuk anak-anak, bisa jadi karena faktor keturunan atau didikan orang tua atau bisa juga karena bentukan lingkungan disekitarnya.

ads

Memiliki sifat pemarah tidak selalu jelek. Tergantung situasi dan kondisi seseorang melampiaskan kemarahannya. Jika sifat pemarah ini digunakan dalam hal yang tepat tentunya tidak bermasalah. Namun yang menjadi masalah jika sifat pemarah ini menganggu orang lain atau orang-orang disekitarnya. Atau mungkin sifat pemarah yang berlebihan dan tidak pada tempatnya.

Seorang anak yang memiliki tempramen yang buruk, tentu bukan sifat yang orang tua harapkan. Sedini mungkin orang tua berusaha untuk mengajar/mendidik anaknya dengan cara yang positif. Namun kadang kala orang tua pun tanpa disadari, mengajarkan bahkan menurunkan sifat tempramen ini.

Kerap kali orang tua merasa kesal ketika anak nakal atau rewel, dan orang tua bukannya menenangkan malah memukul anaknya. Dengan memukul anak, orang tua tidak sama sekali mengubah anak menjadi lebih baik. Bahkan terjadi banyak kasus ketika orang tua memiliki masalah di luar rumah, dan ketika pulang kerumah, melihat anak mereka nakal atau rewel mereka memanfaatkan situasi tersebut dengan memukul anak demi meredakan amarah atau melampiaskan emosinya sendiri.

Tanpa orang tua sadari, memukul dapat membuat anak menjadi seorang pemberontak, bahkan anak bisa mengalami gangguan mental karena perlakuan orang tua kepadanya. Jadi orang tua diharapkan, cobalah mengendalikan diri sedapat mungkin untuk tidak melayangkan tangan ketubuh anak, karena hal tersebut berdampak buruk pada mental dan perilaku anak dimasa mendatang.

Dengan perlakuan yang sebagian orang tua anggap benar tersebut,  tentu anak merasa kesal dan mungkin saja menyimpan dendam kepada orang tuanya. Dan tidak menutup kemungkinan anak juga akan melakukan hal yang sama kepada orang lain, baik itu kepada kakak atau adiknya, teman ataupun orang tuanya sendiri ketika anak merasa kesal atau marah.

Memukul

Memukul adalah perbuatan tercela atau tidak baik, dan hal ini sebaiknya tidak dilakukan dengan alasan apa pun. Karena pada hakikatnya tangan berfungsi untuk makan, menulis, membantu orang lain dan sebagainya. Jika seseorang memukul orang lain tanpa disengaja maka wajib bagi si pemukul untuk meminta maaf kepada orang yang dipukul.

Jika seorang anak suka memukul, sebagai orang tua, berikan pengertian/pemahaman bahwa memukul tidak akan menyelesaikan masalah yang anak hadapi. Kebanyakan anak memukul karena egonya saat anak merasa kesal dan tidak mau mengalah dengan temannya, tidak mau bergantian mainan dan bahkan anak memukul karena keinginannya tidak dipenuhi oleh orang tua.

Ketika anak memukul temannya, sebagai orang tua jangan memaki atau membalas memberikan pukulan juga kepada anak. Karena hal ini bisa membuat anak merasa malu dan emosi. Jelaskan pada anak jika teman itu seharusnya disayangi, dikasihi dan dibantu jika mengalami kesulitan. Kata-kata atau kalimat “jangan memukul“ atau kalimat ancaman “awas“ sepertinya kurang efektif, karena hal ini malah akan membuat anak tidak puas dan semakin dendam dengan temannya.

Jika anak memukuli orang tuanya karena tidak dituruti keinginannya, maka berilah pengertian kepada anak, bahwa tidak semua hal yang anak inginkan bisa orang tua penuhi. Dengan kata-kata atau kalimat yang lembut, perlahan dan lama kelamaan pasti anak akan mengerti. Kadang kala orang tua dituntut untuk tak bosan-bosannya menasehati anak, dengan kata-kata atau kalimat yang sama guna mengingatkan kembali hal-hal yang baik.

Biasanya sifat agresif atau pemarah pada anak akan muncul ketika usia mereka memasuki dua tahun. Mereka akan menunjukkan sifat agresifnya dengan marah dan memukul orang lain atau bahkan melampiaskannya pada benda disekitarnya. Hal ini membuat banyak orang tua mengkhawatirkan sifat buruk anak, khawatir anak akan dikucilkan dalam lingkungannya.

Dan memang sifat ini akan berkurang atau menghilang seiring berjalannya usia anak, tetapi tentu hal ini juga memerlukan peran aktif orang tua agar anak mampu mengontrol dirinya dengan baik. Ajarkan anak untuk mampu menahan emosi atau rasa marah pada dirinya, jelaskan pada anak jika marah itu boleh, tetapi jangan sampai tangan mereka memukul orang lain.

Anak yang agresif dengan suka memukul pasti memiliki alasan dibalik tindakannya tersebut. Untuk mengetahui hal tersebut dibawah ini beberapa alasan kenapa anak suka memukul.

Sponsors Link

Hal Yang Menyebabkan Anak Sering Memukul

  • Anak bisa saja memukul karena dia menginginkan sesuatu tapi orang tua tidak menuruti apa yang menjadi keinginannya.
  • Anak sering memukul karena masih kecil dan belum paham dengan apa yang diperbuat, biasanya anak yang masih kecil tidak hanya memukul tapi juga mencakar, menggigit dan melukai orang lain.
  • Anak bisa saja memukul teman atau saudaranya karena merasa cemburu. Biasanya hal ini kerap kali terjadi pada anak pertama yang cemburu pada adiknya, apalagi usia anak tidak terpaut jauh, sehingga anak merasa dan berpikir orang tuanya lebih menyayangi adiknya dari pada dirinya.
  • Melihat tayangan televisi yang tidak mendidik tapi malah mempertontonkan suatu adegan kekerasan terhadap orang lain dengan cara memukul, menendang, mencakar, mengigit dan lain sebagainya.
  • Perlakuan orang tua yang sering kali memarahi atau menghukum anak dengan pukulan, membuat anak cenderung menjadi anak pemberontak atau agresif terhadap orang lain.
  • Orang tua tidak memahami dengan apa yang anak maksudkan, karena adanya gangguan fisik seperti tuna rungu atau tuna wicara.
  • Anak tidak memiliki kualitas tidur yang baik, sehingga menjadi pemicu anak rewel dan memukuli orang tuanya.
  • Anak merasa lapar, sehingga anak kesal, menangis atau bahkan memukul orang tuanya.
  • Anak merasa kelelahan, juga cenderung rewel dan memukuli orang tuanya.
  • Terlalu sering melarang anak, membuat anak memiliki sifat pemberontak dan suka memukul orang lain atau benda disekitarnya.
  • Kurangnya perhatian orang tua, sehingga anak merasa diabaikan dan hal ini menimbulkan rasa tidak puas kepada anak.
  • Orang tua sering kali mengeluarkan kata-kata ancaman untuk anak, sehingga anak suka memukul, untuk melampiaskan ketakutan atau kekesalannya.

Jika anak sedang nakal atau rewel, sebaiknya orang tua menghindar sejenak dari mereka, sambil menenangkan diri dan memikirkan tindakan apa yang harus orang tua ambil atau lakukan agar anak tidak memberontak, memukul orang lain ataupun benda disekitarnya. Lalu bagaimana jika anak kita masih dalam usia balita, apa yang harus orang tua lakukan? Mari kita bahas lebih lanjut dibawah ini.

Mengatasi Balita Yang Suka Memukul

  1. Ketika anak mulai menunjukan sifat agresif pada orang lain, orang tua harus bisa memberikan ia kode bahwa itu tidaklah baik. Katakan pada anak jika memukul adalah perbuatan jelek dan mengganggu orang lain.
  2. Ketika anak melakukan kenakalan seperti merebut atau memukul temannya, jangan mengasari si kecil. Orang tua dapat memeluk anak sambil memberitahukan jika perbuatan yang anak lakukan tidak bagus, dan seharusnya dia menyayangi dan melindungi temannya. Jangan pernah menghukum si kecil dengan cara yang kasar seperti pukulan, karena cara tersebut bukaklah solusi untuk menghentikan kebiasaan anak yang suka memukul. Hal tersebut malah dapat membuat anak merasa tidak puas, kesal bahkan dendam, sehingga anak akan mencoba untuk memukul lagi dilain kesempatan.
  3. Jika si kecil berusaha mencari perhatian dengan melakukan hal-hal yang agresif, usahakan langsung merespon sikap anak. Karena pada dasarnya seorang balita melakukan sesuatu karena ingin menjadi pusat perhatian orang tuanya. Jangan hanya merespon dengan ujaran kata-kata saja, tetapi sebuah tindakan akan lebih efektif untuk si anak.
  4. Ketika si kecil sedang bermain dan mengambil/merebut mainan kakak atau adiknya, sebenarnya ini adalah hal yang masih dalam kategori wajar. Namun jangan pernah mengatakan “jangan“ atau “awas” kepada anak, laranglah anak secara tidak langsung seperti “mainannya gantian ya“ atau “tukaran mainannya ya“. Cobalah untuk memilah kalimat yang bisa diucapkan kepada anak dan mana kalimat atau kata kata yang tidak boleh diucapkan orang tua kepada anak.

Memiliki anak yang agresif dan suka memukul, orang tua patut untuk mengatasinya, agar anak tidak melakukan hal tersebut secara berulang-ulang dan terus menerus. Jangan biarkan si kecil masuk ke dalam kondisi dan kebiasaan yang tidak baik, karena hal ini bisa membuat anak dikucilkan atau di hindari oleh teman-temannya dalam lingkungan sekolah ataupun lingkungan bermainnya. Dan hal ini akan membuat anak sakit hati bahkan bisa menyebabkan dendam hingga dia dewasa kelak. Jika ini terjadi, tentu tidak baik bagi kondisi mental anak, bukan??

Cara Mengatasi Anak Yang Suka Memukul

  1. ads
    Tenangkan Anak

Jika anak kita termasuk dalam kategori anak yang pemarah dan suka memukul, maka ajaklah anak menjauh/menhindar dari temannya. Ajak anak ke tempat yang tenang, kemudian tanyakan kenapa anak memukul temannya. Barulah kemudian orang tua memberikan penjelasan, pengarahan, bimbingan kepada anak, jika marah itu boleh akan tetapi tidak boleh memukul atau menyakiti orang lain.

  1. Rajin Mendengarkan Cerita Anak

Banyak sekali orang tua diluar sana, mungkin kita salah satunya yang mengabaikan atau meremehkan apa yang sedang anak ceritakan/bicarakan. Terkadang anak-anak merasa diacuhkan orang tuanya, saat mereka berusaha bercerita atau mengungkapkan perasaannya. Mereka merasa tidak penting bagi orang tuanya, sehingga hal ini menyebabkan anak melampiaskan perasaan kesal terhadap orang tuanya dengan memukul teman atau benda disekitarnya. Jadi, sebaiknya dalam hal ini orang tua jangan mengabaikan/menyepelekan ucapan/curhatan anak. Anak-anak juga perlu teman untuk berkeluh kesah dan bahkan anak juga memerlukan saran/pendapat dari orang tuanya.

  1. Membangun Komunikasi Dengan Anak

Suatu masalah akan terselesaikan dengan cepat jika seseorang tersebut memiliki dan dapat berkomunikasi dengan baik, begitu juga dengan anak-anak. Membangun sebuah komunikasi dengan anak dapat mengurangi resiko anak yang memiliki sifat pemarah dan suka memukul. Jika orang tua sering berkomunikasi, saling mendengarkan apa yang anak keluhkan, tentu orang tua dapat memberikan anak nasihat dan saran yang baik untuknya. Selain itu, anak merasa aman dan nyaman ketika mendapatkan perhatian dari orang tuanya. jadi, bangunlah komunikasi dengan anak sejak dini, bahkan sejak anak masih bayi. Hal ini harus orang tua lakukan agar orang tua mengerti apa yang anak inginkan dan rasakan.

  1. Peluklah Anak Sesering Mungkin

Terkadang seorang anak merasa kurang diperhatikan oleh orang tuanya, sehingga anak mencari cara untuk mendapatkan perhatian dari orang lain. Pada umumnya anak tidak mengetahui bagaimana cara mendapatkan perhatian yang tepat dari orang tua ataupun orang lain. Anak akan melakukan hal-hal yang bisa membuatnya menjadi pusat perhatian orang banyak dengan kenakalannya. Cara ini tentunya sangat tidak disukai oleh banyak orang. Bahkan kebanyakan dari anak-anak  memukul temannya untuk mendapatkan perhatian.

Untuk menghindari terjadinya hal ini, orang tua harus bisa mencari cara, salah satunya dengan lebih sering memeluk anak. Peluklah anak sesering mungkin, usap lembut kepala dan punggungnya dan katakan jika ayah dan bunda sangat mencintai dan menyayanginya. Katakan pada anak jika ia harus menjadi anak yang pintar, anak yang baik dan selalu melakukan hal-hal terpuji. Dengan demikian anak bunda akan lebih tenang dan tidak menjadi anak yang suka memukul lagi.

  1. Berikan Contoh Yang Baik Pada Anak

Orang tua adalah guru pertama bagi anak-anaknya, dan rumah adalah sekolah pertama bagi mereka. Sebagai guru yang baik, bunda dan juga ayah harus mengajarkan hal-hal yang baik. Oleh sebab itu sangat penting bagi orang tua untuk mengajarkan sifat terpuji bagi putra putrinya. Ucapkanlah kata-kata yang baik untuk anak, agar anak mengucapkan kata-kata yang baik pula saat berbicara dengan orang lain. Begitu juga dengan perlakuan dan sikap. Tunjukan perlakuan atau sikap yang baik pada anak, agar dia juga melakukan sesuatu yang baik pada orang tuanya dan orang lain.

  1. Jangan Memukul Anak

Perlakukan atau sikap anak yang ringan tangan, kadang kala membuat orang tua merasa malu, kesal dan marah. Tak jarang, orang tua yang emosi memukul kembali anaknya ketika melihat anaknya memukul orang lain. Orang tua sebenarnya ingin memperlihatkan kepada lingkungannya bahwa orang tua tidak memanjakan anaknya bahkan terkesan menghukum anaknya. Sesungguhnya sikap orang tua tersebut tidaklah salah, namun bukan zaman lagi orang tua memperlakukan anak dengan cara memukul balik anaknya. karena anak tidak mengerti akan kesalahan yang diperbuatnya. Akan lebih baik jika orang tua memberikan pengertian namun tegas untuk anak.

  1. Carilah Penyebabnya

Mendidik dan mengarahkan anak tidak selalu mudah bukan. banyak hal yang orang tua pun harus pelajari. Menghadapi sikap tempramen anak, sebaiknya orang tua memperhatikan atau mencari apa yang menjadi pemicunya. Dengan mencari dan tahu penyebabnya, orang tua akan lebih mudah mencari solusi serta mengatasinya.

  1. Mintalah Dukungan Keluarga atau Ahli

Jika sikap anak terlalu mengkhawatirkan dan orang tua tidak dapat atau tidak berdaya mengatasinya, sebaiknya orang tua meminta bantuan keluarga atau bahkan bantuan ahli.

Banyak hal yang dapat orang tua lakukan untuk membuat anak kita lebih mudah di atur dari sebelumnya. Ajarkan anak cara beretika dengan baik, ajarkan anak bicara dengan sopan. Berikan pengertian pada anak, jika memukul adalah perbuatan tidak terpuji alias jelek. Katakan pada anak jika kita sebagai manusia harus saling menyayangi satu sama lain.

Setelah bahasan kita mengenai cara mengatasi anak yang suka memukul diatas, mak dibawah ini, beberapa ringkasan untuk mengingatkan kita kembali, hal-hal untuk mengatasi perlakukan atau sifat buruk anak.

  • Tenangkan anak dan jauhkan dari temannya untuk sementara.
  • Ajak anak berbicara dan tanyakan kenapa ia memukul temannya.
  • Luangkan waktu untuk meminta anak menceritakan kegiatannya.
  • Berikan perhatian lebih pada anak.
  • Jangan membandingkan anak dengan teman atau saudaranya.
  • Jangan memukul anak.
  • Jangan bertengkar di depan anak-anak.
  • Jangan mengeluarkan kata-kata yang bisa membuat anak sakit hati.
  • Jelaskan pada anak jika ia harus menyayangi dan melindungi teman atau saudaranya.
  • Jangan biarkan anak menonton acara televisi yang menunjukkan adegan kekerasan.
  • Jauhkan anak anak dari game yang berbau kekerasan.

Dengan uraian dan penjelasan bagaimana cara mengatasi anak yang suka memukul, harusnya orang tua lebih paham dan lebih mudah untuk mengontrol dan meperbaiki kebiasaan buruk anak. Berikan perhatikan lebih untuk anak dan berikan kepercayaan jika anak mampu menjadi anak yang memiliki sifat terpuji. Ajarkan pada anak arti dari kasih sayang sesama manusia, terutama pada teman dan keluarganya. Jangan mengeluarkan kata-kata yang buruk atau bahkan terkesan mengancam pada anak, karena hal tersebut malah akan membuat anak kita menjadi pemberontak.

Sponsors Link
, , , , , , , , , ,
Post Date: Friday 13th, January 2017 / 15:49 Oleh :
Kategori : Parenting