Sponsors Link

7 Cara Bijak Menasehati Anak Balita agar Menurut

Sponsors Link

Anak yang nakal membutuhkan penanganan yang ekstra, terlebih pengajaran tentang pentingnya sopan santun pada anak. Teknik menasehatinya juga akan berbeda dengan anak pada umumnya. Anak yang dimarahi dengan cara yang salah akan berpengaruh pada sikap mentalnya. Sifat anak yang nakal, iseng, dan pemarah bukanlah sifat jelek. Namanya juga anak-anak, mereka belum tahu mana yang boleh dan tidak boleh dilakukan. Jika suatu saat anak melakukan kesalahan, Bunda perlu menasehatinya lebih dulu ya sebelum memberinya hukuman.

ads

Adapun cara bijak menasehati anak balita adalah sebagai berikut:

  1. Ketahui Penyebabnya

Anak marah pasti ada penyebabnya. Bisa jadi karena ia diganggu teman-temannya atau mainannya hilang. Sebelum menasehati anak tersebut, cobalah untuk mengetahui penyebab anak melawan orang tua . Setelah itu, barulah menasehatinya dengan kalimat yang sederhana. Jangan lupa juga untuk memberikan solusi. Baca : Gejala Autis pada Bayi – Autis pada Anak – Kesalahan dalam Mendidik Anak Balita – Cara Mudah Mendidik Anak Untuk Minta Maaf – Manfaat Makan Bersama Keluarga

  1. Memanggil Nama

Anak yang bandel dan pemarah memang seringkali membuat orang tua jengkel. Bisa juga mengamuk sangkin jengkelnya. Namun, tindakan ini tidak baik dilakukan ya, Bund! Anak yang sedang marah-marah tidak baik dibalas dengan sikap marah-marah juga. Karena ini hanya akan mengacaukan suasana. Apalagi kalau sampai mengucapkan kata-kata yang tidak boleh diucapkan orang tua kepada anak. Oke, jika si anak marah-marah tidak jelas, coba panggil namanya. Panggilan ini tentu akan membuat si anak sejenak berhenti dari sikap amarahnya. Anak juga pasti akan mengidahkan perkataan Bunda. Jika anak merespon panggilan tersebut, nasehati anak dengan lembut. Jangan biarkan hatinya terluka ya, Bund! Baca : Cara Jitu Mengatasi Anak Yang Cengeng dan Manja

  1. Bicara dengan Nada Halus

Percaya atau tidak, anak-anak lebih suka mendengar nada suara yang lembut dibandingkan nada suara yang keras. Sebagai orang tua, usahakan untuk selalu menasehati anak dengan nada suara yang lembut. Kelembutan suara akan membuat anak merasa tenang. Sehingga amarah si anak perlahan-lahan akan surut dan hilang. Sangat mudah kan, Bund? Baca : Kata Kata yang Tidak Boleh diucapkan Orangtua kepada Anak – Efek Pada Mental Anak Yang Sering Dibentak

  1. Jadilah Pendengar yang Baik

Anak-anak belum tahu bagaimana cara menyelesaikan masalahnya. Sehingga seringkali ia luapkan dalam bentuk amarah. Pada poin ini, panggillah sang anak dan suruhlah anak untuk bercerita kejadian yang membuatnya marah. Dengarkan cerita si anak dari A – Z. Lakukan cara mendidik anak yang suka membantah. Tunjukkan sikap antusiasme Bunda agar si anak merasa kalau dia diperhatikan. Setelah si anak selesai bercerita, barulah Bunda dapat menasehatinya. Baca : Cara Mengenali Karakter Anak – Efek Negatif Sering Menakut-nakuti Balita – Efek Positif dan Negatif Televisi bagi Pertumbuhan Anak

  1. Peka pada Perasaan Anak

Pada usia balita, rasa ingin tahu si anak jauh lebih tinggi daripada kemampaunnya secara fisik. Saat apa yang diinginkannya tidak tercapai, otomatis si anak akan kesal dan marah. Nah, pada poin ini cobalah untuk peka terhadap segala sesuatu yang diinginkan anak. Ajak anak-anak untuk bermain sesuai dengan hobinya. Mengetahui hobi sang anak sangatlah bermanfaat. Apabila suatu ketika Bunda menemukan si anak marah-marah lagi, Bunda jadi tahu bagaimana cara mengatasi dan menasehatinya.

  1. Bangun Komunikasi yang Baik

Cekcok antara anak dan orang tua memang tidak dapat dihindarkan. Namun, situasi panas seperti ini tidak baik dibiarkan terus berlanjut. Apabila terjadi suatu masalah pada si anak, anak akan takut untuk menyampaikan masalah tersebut kepada Anda. Apalagi kalau bukan karena pertengkaran dan jalinan komunikasi yang tidak baik. Oleh sebab itu, bangun kehangatan diantara sesama anggota keluarga. Usahakan agar Bunda tahu cara membuat anak lebih terbuka kepada orang tua. Sehingga anak juga lebih mudah dinasehati. Baca : Cara Mengatasi Rasa Takut pada Anak – Cara Efektif Mengatasi Trauma Pada Anak – Cara Meningkatkan Rasa Percaya Diri Anak

  1. Tatapan Mata dan Pelukan

Kontak mata bisa menjadi sebuah isyarat untuk menunjukkan apa yang dirasakan oleh seseorang. Begitu juga saat menasehati anak. Selama menasehatinya, usahakan untuk melihat ke dalam mata. Ini akan secara otomatis membangun chemistry antara anak dan orang tua. Setelah itu, peluklah si anak agar merasa lebih nyaman. Pelukan ini juga menunjukkan bukti kasih sayang orang tua.

Menasehati anak balita bukanlah hal yang sulit, kan? Lakukan 7 hal di atas setiap kali Bunda ingin menasehati si kecil. Juga terapkan cara mengajarkan disiplin pada anak.

Sponsors Link
, , , , , , , , ,
Post Date: Monday 30th, October 2017 / 03:10 Oleh :
Kategori : Parenting
Doctors Talk

Kecanduan game & gadget bisa jadi momok bagi ibu, bahkan bisa membuat anak depresi dan bunuh diri, yuk kenali dan jangan lupa subscribe ya.