Sponsors Link

Bronkiolitis pada Bayi – Penyebab, Gejala dan Cara Mengobatinya

Sponsors Link

Bronkiolitis merupakan infeksi paru-paru yang umumnya disebabkan oleh virus, dan menyebabkan penyumbatan atau peradangan di saluran udara kecil di paru-paru yaitu bronkiolus. Penyakit ini dapat menyerang siapa saja, namun lebih rentan jika dialami bayi dan anak yang daya tahan tubuhnya masih lemah. Bronkiolitis termasuk jenis gangguan pernapasan pada anak yang tidak boleh diabaikan, meski terkadang dapat sembuh sendiri, penyakit ini kerap membuat anak rewel bahkan memicu komplikasi yang dapat mengganggu kesehatan bayi. Orang tua harus waspada jika bayi mengalami pilek dan batuk hingga sesak napas, dan jika berlangsung lebih dari seminggu sebaiknya segera periksakan anak ke dokter.

Penyebab Bronkiolitis pada Bayi

Beberapa jenis virus seperti virus penyebab pilek dan flu dapat menyebabkan bayi terserang bronkiolitis, namun virus utama yang paling sering menyebabkan bronkiolitis adalah respiratory syncytial virus (RSV). Bayi dan anak yang usianya kurang dari dua tahun sangat beresiko tertular penyakit tersebut. Beberapa faktor resiko berikut ini dapat meningkatkan seorang bayi atau anak mengalami bronkiolitis.

  1. Sistem imunitas tubuh rendah atau menurun sehingga mudah terinfeksi virus.
  2. Kurang atau tidak pernah mendapatkan ASI sehingga daya tahan tubuhnya lebih lemah.
  3. Tinggal di lingkungan yang padat dan kumuh.
  4. Sering terpapar bahaya asap rokok pada anak.
  5. Bayi lahir prematur.
  6. Bayi lahir dengan berat badan rendah
  7. melakukan kontak fisik atau terpapar air liur penderita
  8. bayi memiliki riwayat penyakit pada jantung maupun paru-parunya.

Gejala Bronkiolitis pada Bayi

Gejala bronkiolitis yang dialami bayi dapat bervariasi, mulai dari ringan hingga berat tergantung kondisi fisik bayi tersebut. Namun secara umum, beberapa gejala berikut ini bisa menandakan bayi Anda sedang mengalami bronkiolitis dan memerlukan penanganan yang tepat.

  • Hidung tersumbat dan terus berair.
  • Mengalami batuk, sehingga diperlukan cara mengatasi batuk pada anak.
  • Otitis media atau infeksi telinga juga kerap dialami sebagian besar bayi.
  • Terkadang juga disertai oleh demam.
  • Timbul suara mengi saat bayi bernapas.
  • Napas bayi menjadi sesak, yang juga bisa menjadi tanda-tanda flek paru pada balita.
  • Dada terkadang terasa nyeri, dan bisa jadi juga menandakan adanya fibrosis paru pada anak.
  • Bayi menjadi rewel, tidak nafsu makan dan menjadi lemas karena tubuh kekurangan oksigen.
  • Beresiko mengalami sleep apnea karena bayi tidak dapat bernapas dengan lancar.
  • Dalam kasus yang parah, kulit bayi akan terlihat pucat, bibir dan lidah membiru bahkan kesadaran ikut menurun.

Cara Mengobati Bronkiolitis pada Bayi

Pada kasus bronkiolitis yang masih ringan, biasanya penyakit ini bisa sembuh sendiri hanya dengan perawatan di rumah. Namun adakalanya bayi tetap membutuhkan pengobatan yang lebih efisien untuk mempercepat proses penyembuhan. Adapun cara mengobati bronkiolitis pada bayi yang bisa dilakukan yaitu:

  1. memberikan anak waktu istirahat yang cukup sebagai cara meningkatkan kekebalan tubuh anak secara alami
  2. menjaga kebersihan baik pada tubuh bayi maupun pakaian dan ruangan tidurnya, terutama dari paparan asap rokok
  3. memenuhi kebutuhan cairan tubuhnya, dan utamakan pemberian ASI untuk meningkatkan daya tahan tubuhnya
  4. memberikan bayi obat untuk membantu meringankan gejala demam dan nyeri seperti paracetamol dan ibuprofen yang bisa dibeli bebas d apotek
  5. bisa juga diberikan obat tetes saline atau larutan garam untuk membantu meringankan hidung tersumbat
  6. bila kondisi bayi cukup parah, sebaiknya segera bawa ke rumah sakit untuk menjalani rawat inap, sekaligus memberikan infus untuk membantu menghidrasinya
  7. jika napas terlalu sesak dan bayi kesulitan menghirup udara, pemberian oksigen tambahan mungkin akan diperlukan.

Bronkiolitis pada bayi dapat dicegah dengan menerapkan pola hidup sehat dan selalu menjaga kebersihan bayi dimanapun berada. Berikan makanan sehat untuk tumbuh kembang anak agar daya tahan tubuhnya meningkat, dan pastikan bayi mendapatkan ASI yang cukup untuk menjaga asupan cairan tubuhnya.

 

Sponsors Link
, , , , , , , , , ,
Post Date: Saturday 01st, December 2018 / 08:30 Oleh :