Sponsors Link

Bradikardia pada Remaja – Penyebab, Gejala, dan Pengobatannya

Sponsors Link

Bradikardia merupakan kondisi dimana detak atau irama jantung lebih lambat dari keadaan normal. Penyakit ini dapat dialami siapa saja, termasuk anak-anak dan remaja. Secara normal, detak jantung anak-anak dan remaja berkisar 80-110 kali dalam satu menit. Jika terjadi sesekali bradikardia mungkin tidak menimbulkan gejala dan dampak yang signifikan, namun jika sering terjadi kondisi ini bisa membahayakan kesehatan karena kebutuhan oksigen organ tubuh lainnya berkurang. Efek yang sering dirasakan akibat kekurangan oksigen yaitu sakit kepala pada anak dan penyebab sesak napas pada bayi. Karena itu, penting sekali memahami penyakit bradikardia agar tindakan pencegahan dan pengobatan bisa dilakukan dengan tepat.

Penyebab Bradikardia pada Remaja

Ada sejumlah faktor resiko yang dapat memicu seorang anak remaja mengalami bradikardia, beberapa di antaranya:

  • kebiasaan merokok dan menggunakan obat-obatan terlarang
  • sedang mengkonsumsi jenis obat tertentu seperti digoxin
  • sebagai komplikasi pasca menjalani operasi jantung
  • beberapa hewan laut dapat menggigit dan menyengat remaja secara tidak sengaja, dan racun yang masuk ke tubuhnya akan menyebabkan terjadinya bradikardia
  • memiliki riwayat gejala penyakit jantung pada remaja atau gagal jantung
  • menderita penyakit tertentu seperti tekanan darah rendah, sleep apnea, penyakit jantung pada remaja dan anak seperti penyakit jantung bawaan, pendarahan otak, anoreksia atau penyakit lainnya
  • tingginya kadar kalium di dalam darah.

Gejala Bradikardia pada Remaja

Bradikardia dapat menimbulkan berbagai gejala yang bisa saja dirasa ringan hingga berat tergantung pada masing-masing individu. Umumnya gejala dan penyebab bradikardia pada anak dan remaja yang sering dirasakan yaitu:

  • anak dan remaja mengalami sakit kepala yang begitu berat, dikarenakan pasokan oksigen yang berkurang ke otak
  • mengalami sesak napas dan nyeri dada, karena detak jantung yang tidak normal
  • mudah merasakan lelah dan tubuh menjadi lemas
  • merasa kebingungan dan sulit berkonsentrasi
  • mengalami sianosis atau warna kebiruan pada permukaan kulit
  • kulit terlihat pucat karena darah miskin oksigen
  • terkadang perut bisa terasa nyeri
  • mengalami pingsan secara tiba-tiba
  • penglihatan mulai terganggu
  • terasa sakit pada lengan dan tangan, terutama yang sebelah kiri.

Pengobatan Bradikardia pada Remaja

Tindakan pengobatan bradikardia diperlukan untuk mencegah bahaya gagal jantung pada anak remaja, termasuk menghindari penyebab dan gejala aritmia pada remaja. Beberapa cara pengobatan berikut disesuaikan dengan penyebab terjadinya bradikardia pada remaja.

  1. Jika bradikardia terjadi karena efek penyakit lain yang sedang diderita seperti hipotiroidisme atau sleep apnea, maka penyakit tersebut perlu diatasi terlebih dahulu.
  2. Jika bradikardia terjadi karena mengkonsumsi 0bat, dokter perlu mengganti obat tersebut, atau bisa juga menghentikan pengobatan atau menurunkan dosisnya.
  3. Bradikardia yang terjadi akibat tingginya kadar kalium dalam darah, maka perlu diatasi dengan mengkonsumsi makanan sehat dan hindari mengkonsumsi garam.
  4. Penggunaan alat pacu jantung yang ditanamkan dalam dada untuk mengalirkan kejutan listrik sehingga detak jantung bisa menjadi lebih cepat.

Pengobatan yang dilakukan tentu membutuhkan perhatian dan waktu yang lebih ekstra, karena itu lebih baik jika sedari awal selalu menjalani tindakan pencegahan dengan rutin berolahraga dan mengkonsumsi makanan sehat. Selalu hindari asap rokok dan rutinlah melakukan medical checkup agar kondisi kesehatan tubuh tetap terpantau dengan baik. Bradikardia pada remaja bukanlah hal yang bisa disepelekan karena ini dapat mempengaruhi kesehatannya secara menyeluruh. Karena itu, sebagai orang tua sebaiknya selalu ajak anak melakukan pola hidup sehat dan jika ada gangguan kesehatan yang dirasa, segeralah periksakan ke rumah sakit.

Sponsors Link
, , , , , , , , , ,
Post Date: Friday 30th, November 2018 / 09:39 Oleh :