Sponsors Link

Botulisme pada Bayi – Penyebab, Gejala dan Cara Mengobatinya

Sponsors Link

Botulisme pada bayi dan anak merupakan kondisi dimana tubuh mengalami keracunan serius akibat racun yang dihasilkan bakteri Clostridium botulinum. Penyakit ini sangat jarang terjadi, namun bisa sangat mematikan jika sampai menyerang bayi. Racun tersebut sangat kuat hingga mampu melumpuhkan otot dan saraf, dan jika sampai melemahkan otot pernapasan bayi dapat mengalami gagal napas yang berujung kematian. Orang tua wajib mewaspadai penyakit ini, dan memahami botulisme lebih dalam agar dapat menghindarinya. Botulisme merupakan salah satu dari macam-macam penyakit yang disebabkan oleh bakteri dan virus, yang dapat menimbulkan ciri dan penyebab anak keracunan yang sangat berbahaya.

Penyebab Botulisme pada Bayi

Bakteri yang menyebabkan botulisme pada bayi dan anak sebenarnya ada dimana-mana seperti tanah, lumpur, debu, hingga dasar sungai dan laut. Namun saat tersedia oksigen bakteri ini tidak berbahaya. Ketika bakteri masuk ke dalam tubuh, maka sel bakteri akan kekurangan oksigen sehingga melepaskan senyawa racun. Racun tersebut sangat kuat hingga mampu melumpuhkan sistem saraf dan otot. Beberapa penyebab dan pemicu bayi mengalami botulisme yaitu sebagai berikut.

  1. Mengkonsumsi makanan kalengan. Makanan yang dikemas dalam bentuk kaleng tidak selalu dapat terjamin higienis sehingga orang tua perlu berhati-hati ketika memberikannya pada bayi dan anak. Pengemasan yang kurang baik ditambah kondisi yang asam membuat bakteri C. botulinum mudah berkembang biak.
  2. Adanya infeksi atau luka. Saat bayi mengalami luka pada bagian tubuhnya, saat itulah tubuh sangat rentan diserang bakteri dan virus yang dapat masuk melalui luka yang terbuka tersebut. Pada anak dan remaja yang terpapar narkoba dan sejenisnya, maka sangat rentan mengalami botulisme lewat jarum suntik.
  3. Terpapar spora bakteri. Bakteri berkembang biak dengan menghasilkan spora, dan jika bayi sampai terpapar spora tersebut maka resiko terkena botulisme akan semakin besar. Spora bakteri bisa berasal dari debu atau tanah, dan makanan yang telah tercemar yang menyebabkan anak keracunan makanan.

Gejala Botulisme pada Bayi

Gejala dan penyebab botulisme pada anak dan bayi sangat penting dikenali sejak dini karena penyakit ini sangat berbahaya dan mematikan jika terlambat ditangani. Beberapa gejala yang umumnya muncul saat bayi terkena botulisme yaitu:

  • bayi mengalami masalah pada pencernaan, dimana gangguan pencernaan pada anak bervariasi mulai dari mual, muntah, diare hingga gangguan metabolisme
  • terjadi kram perut dan bayi akan mengalami gejala infeksi saluran pencernaan pada bayi hingga ciri dan penyebab anak keracunan
  • terjadi gangguan pada otot, otot mulai melemah sehingga bentuk wajah tidak normal, kesulitan menelan hingga gangguan fungsi organ penting dalam tubuh seperti paru-paru
  • tubuh bayi mendadak menjadi sangat lemas dan sulit untuk menggerakkan tubuhnya
  • bayi dapat mengalami kelumpuhan karena bakteri menyerang sistem saraf
  • bayi sulit menggerakkan mulut dan berbicara
  • mulit terasa kering dan mulai muncul gejala sesak napas
  • kelopak mata terkulai dan bayi mulai mengalami gangguan penglihatan.

Cara Mengobati Botulisme pada Bayi

Botulisme sangat berbahaya sehingga diperlukan tindakan yang cepat dan tepat agar bayi bisa diselamatkan. Beberapa cara pengobatan yang dapat dilakukan jika bayi mengalami botulisme yaitu:

  • memberikan antitoksin sebagai cara mengatasi keracunan pada anak, seperti imunoglobulin botulisme
  • pemberian antibiotik namun khusus untuk penderita wound botulism
  • jika bayi mengalami gangguan pernapasan, maka perlu dipasangkan ventilator
  • menjalani tahap rehabilitasi dan terapi untuk membantu memulihkan otot yang sempat lumpuh termasuk membantunya dalam menelan makanan.

Botulisme pada bayi dan anak tidak boleh diabaikan karena ini penyakit berbahaya yang dapat merenggut nyawa. Karena itu sebaiknya orang tua selalu menjaga kebersihan anak dan memperhatikan makanan yang akan diberikan pada bayi. Terlebih jika usianya masih dibawah 1 tahun maka pemilihan makanan perlu dilakukan dengan teliti.

Sponsors Link
, , , , , , , , , ,
Post Date: Thursday 29th, November 2018 / 11:17 Oleh :