Sponsors Link

Borderline Personality Disorder pada Remaja – Penyebab, Gejala dan Cara Mengobatinya

Sponsors Link

Borderline Personality Disorder atau yang sering disingkat (BPD) merupakan sebuah penyakit atau gangguan kepribadian, dimana orang yang mengalaminya akan merasa kesulitan untuk mempertahankan jati dirinya. Akibatnya baik kondisi mental, emosi maupun perilakunya sering berubah-ubah secara tiba-tiba yang membuat penderitanya sulit bersosialisasi dengan orang lain. Biasanya gangguan ini muncul di usia remaja atau usia yang akan beranjak dewasa. Meski sulit dikenali dan diatasi, penyakit ini tetap bisa disembuhkan dengan menjalani proses rehabilitasi secara bertahap. Gangguan kepribadian pada anak dan remaja perlu dihadapi dengan tenang dan segera diatasi agar dapat segera sembuh dan tidak terbawa hingga dewasa.

Penyebab Borderline Personality Disorder pada Remaja

belum dapat dipastikan apa penyebab borderline personality disorder pada remaja, namun beberapa faktor berikut diduga kuat menjadi pemicu munculnya penyakit tersebut dalam diri remaja.

  1. Faktor genetik. Hal ini dipaparkan oleh sejumlah penelitian bahwa penyakit BPD dapat diturunkan melalui keturunan.
  2. Pengaruh lingkungan. Faktor ini sangat mempengaruhi, dimana kondisi dan perlakuan lingkungan sekitar terhadap dan remaja akan berdampak pada pembentukan karakter. Misalnya, anak yang mengalami kekerasan atau pelecehan di masa kecil akan mengalami gangguan bipolar pada remaja dan gangguan psikosomatis pada anak.
  3. Kepribadian tertentu. Beberapa tipe kepribadian turut mempengaruhi terjadinya jenis-jenis gangguan mental pada anak hingga munculnya kepribadian borderline personality disorder saat usia menginjak remaja.
  4. Gangguan dan kelainan pada otak. Dalam hal ini meliputi perubahan struktur dan fungsi otak, hingga kelainan neurotransmitter yang sangat mempengaruhi emosi.

Gejala Borderline Personality Disorder pada Remaja

Gejala adanya gangguan borderline personality disorder pada seorang remaja dapat mulai terlihat sejak ia mulai beranjak dewasa, dan bila tidak ditangani akan menjadi permanen saat usia dewasa. Gejala yang muncul pun dapat beragam, mulai dari ringan hingga berat. Beberapa gejala yang sering muncul yaitu:

  • mudah mengalami perubahan emosi dan mood, ketakutan yang serius, ekspresi yang ekstrem dan tindakan-tindakan heboh lainnya yang menakutkan
  • tidak mampu menjalin hubungan dengan stabil, baik dengan pasangan maupun anggota keluarga
  • bisa mengidolakan seseorang namun secara tiba-tiba sangat marah dan benci dengan orang tersebut
  • merasa diri tidak ada, tidak berharga dan tidak mampu menggambarkan jati dirinya
  • berperilaku impulsif, seperti melukai diri sendiri, melakukan percobaan bunuh diri, melakukan seks bebas, mengkonsumsi alkohol, makan berlebihan, menggunakan narkoba, dan hal ekstrem lainnya
  • mengekspresikan rasa sedih dan sakit dengan menyakiti diri sendiri seperti memukul, membakar, menyayat hingga menghantam tubuh sendiri
  • sering merasa hampa dan bosan, seakan kehilangan arah hidup dan sering merasakan amarah yang meledak-ledak
  • memiliki rasa takut dan gelisah yang belebihan, khususnya terhadap penolakan dan perpisahan.

Cara Mengobati Borderline Personality Disorder pada Remaja

Sangat penting untuk memantau perkembangan sosial emosional anak usia dini, agar kelak saat beranjak remaja dan dewasa ia memiliki kepribadian yang normal dan baik. Bila anak terlanjur mengalami BPD tersebut, maka beberapa cara berikut dapat dilakukan untuk membantu mengobati dan menghilangkan kepribadian yang buruk tersebut.

  • Pemberian obat seperti antidepresan, antipsikotik, dan obat penyeimbang suasana hati.
  • Terapi Dialectical Behavior Therap (DBT), dilakukan dengan dialog antara pasien dan terapis dalam sebuah kelompok.
  • Menthalization-Based Therapy (MBT), dilakukan untuk membantu penderita mengenali sosok dan jati dirinya sendiri yang dilakukan dalam jangka waktu satu setengah tahun.
  • Schema-Foccused Therapy, dengan mengenali kebutuhan yang tidak terpenuhi dan melakukan usaha untuk mencapai kebutuhan tersebut secara sehat.
  • Transference-focused psychotherapy (TFP) atau terapi psikodinamis, yang juga berfokus pada usaha pemenuhan kebutuhan dengan cara yang lebih sehat, yang dapat dilakukan baik secara pribadi maupun kelompok.
  • General psychiatric management, dilakukan untuk mengenali emosi lebih dalam, dan bisa digabung dengan pemberian obat yang sesuai. Hal ini juga cocok sebagai cara mengatasi gangguan emosi pada anak.
  • Systems training for emotional predictability and problem-solving (STEPPS, dilakukan berkelompok dengan bantuan teman, anggota keluarga dan kerabat selama 5 bulan.

Borderline Personality Disorder pada remaja bukan hal sepele, namun kondisi yang perlu dikenali dan sesegera mungkin diatasi sebelum menjadi kepribadian yang permanen. Kenali macam-macam gangguan pada tumbuh kembang anak agar orang tua dapat bertindak lebih cepat untuk mengatasinya.

Sponsors Link
, , , , , , , , , ,
Post Date: Thursday 29th, November 2018 / 16:33 Oleh :