Sponsors Link

Barotrauma pada Anak – Penyebab, Gejala dan Cara Mengobatinya

Sponsors Link

Pernahkah anak Anda merasakan sakit atau tegang pada telinga saat sedang bermain di air atau sedang naik pesawat? Jika iya, artinya kemungkinan anak mengalami barotrauma. Barotrauma merupakan kondisi dimana terjadi kerusakan jaringan akibat adanya perbedaan tekanan udara atau air di luar dan dalam tubuh. Barotrauma bisa terjadi pada telinga maupun paru-paru, namun yang paling umum diderita anak-anak adalah barotrauma telinga.

Saat kondisi ini terjadi, tuba eustachius yang berfungsi menjaga keseimbangan tekanan udara di belakang gendang telinga tersumbat, sehingga gendang telinga menjadi tegang dan seperti tertarik. Kondisi ini dapat menimbulkan rasa sakit hingga menurunkan fungsi telinga dalam mendengar. Siapapun dapat mengalami barotrauma, namun anak-anak dan remaja lebih beresiko karena tuba eustachius mereka yang lebih pendek dibandingkan pada orang dewasa.

Penyebab Barotrauma pada Anak

Umumnya lokasi dan ketinggian sangat mempengaruhi munculnya barotrauma pada anak. Beberapa faktor yang memperbesar resiko anak mengalami barotrauma antara lain sebagai berikut.

  • Faktor ketinggian seperti mendaki bukit, naik pesawat dan berkendara di pegunungan.
  • Tersumbatnya tuba eustachius akibat penyebab pilek pada anak, alergi pada anak hingga adanya infeksi di sekitar gendang telinga.
  • Membawa anak dalam aktivitas menyelam atau bahkan berada dekat dengan lokasi ledakan.

Gejala Barotrauma pada Anak

Penyebab dan gejala barotrauma pada anak perlu diketahui orang tua agar dapat memberikan penanganan yang cepat saat ini terjadi. Beberapa gejala yang umumnya timbul saat anak mengalami barotrauma pada anak yaitu:

  • gangguan pendengaran pada bayi dan anak
  • telinga seperti penuh dan tersumbat
  • muncul rasa nyeri akibat gendang telinga yang tegang dan membengkak
  • sulit mendengar dengan jelas
  • anak mengalami sakit kepala
  • menumpuknya cairan di dalam telinga
  • gendang telinga mengalami cedera
  • telinga terus berdengung
  • untuk kasus yang parah telinga sampai mengeluarkan darah
  • keluar darah dari hidung.

Cara Mengobati Barotrauma pada Anak

Cara pengobatan barotrauma pada anak dapat dilakukan baik oleh orang tua di rumah maupun dengan bantuan tim medis di rumah sakit. Beberapa tindakan yang dapat dilakukan yaitu sebagai berikut.

  1. Ajak anak untuk menguap atau membuka mulut dengan lebar sehingga tekanan menjadi berkurang dan tuba eustachius dapat terbuka.
  2. Memberikan anak permen karet saat pesawat akan mendarat dapat membantu mencegah terjadinya barotrauma. Jika Anda membawa bayi, memberikannya ASI saat akan mendarat akan membuatnya banyak menelan sehingga terhindar dari barotrauma.
  3. Hindarkan anak menggunakan penyumbat telinga saat pesawat lepas landas dan akan mendarat.
  4. Jika anak sering mengalaminya, ada baiknya untuk membawa anak ke dokter. Biasanya dokter akan memberikan obat antiinflamasi nonsteroid, seperti ibuprofen, dan juga analgesik untuk mengurangi rasa nyeri pada telinga. Hal ini juga berfungsi sebagai cara mengatasi infeksi telinga pada anak sebelum kondisinya bertambah parah.
  5. Selain itu, sebagai tindakan untuk mencegah agar tidak kambuh lagi, dokter juga biasanya akan memberikan obat dekongestan baik oral maupun semprot, antihistamin dan obat tetes telinga anak untuk persiapan sebelum bepergian dengan pesawat.
  6. Jika barotrauma sering kambuh dan sangat mengganggu kenyamanan anak, tindakan operasi dapat dilakukan. Dokter akan memasang silinder kecil di dalam gendang telinga untuk mengalirkan udara ke telinga bagian tengah.
  7. Rutinlah mengajak anak berolahraga, agar daya tahan tubuhnya semakin kuat. Ada macam-macam olahraga terbaik untuk anak yang bisa dicoba bersama di rumah.

Barotrauma pada anak memang umumnya tidak berbahaya, namun tentu saja tetap perlu diwaspadai  karena jika sering terjadi dan dibiarkan berlarut-larut, gendang telinga anak dapat menjadi rusak dan ini akan sangat berpengaruh terhadap pendengarannya.

Sponsors Link
, , , , , , , , , ,
Post Date: Tuesday 06th, November 2018 / 05:44 Oleh :
Kategori : Kesehatan