Sponsors Link

11 Bahaya Pergaulan Bebas pada Anak Terhadap Masa Depannya

Sponsors Link

Masa pubertas atau masa transisi dari anak menjadi dewasa merupakan masa yang rawan bagi periode tumbuh kembang anak. Anak akan mendapatkan berbagai pengalaman baru seiring dengan pertambahan usianya. Diantara berbagai pengalaman baru tersebut tidak hanya terbatas pada pengalaman positif. Kurangnya perhatian dari orang tua dan kurangnya dasar-dasar yang ditanamkan orang tua mengenai nilai-nilai moral, agama dan benar serta salah dapat menggiring anak kepada pengalaman yang negatif, salah satunya ialah kepada pergaulan bebas.

Pergaulan anak muda zaman sekarang telah berkembang ke arah yang semakin mengkhawatirkan, bahkan bisa dibilang sedikit yang tampak merupakan fenomena gunung es dimana sebenarnya kasus anak-anak yang melakukan pergaulan bebas lebih banyak daripada yang terlihat. Pergaulan bebas bisa dikatakan sebagai gaya bergaul yang tidak mengikuti aturan serta berbagai norma yang berlaku di masyarakat, terutama norma susila. Tidak sesuai dengan ajaran agama, sosial maupun adat ketimuran yang berlaku.

Akibat Pergaulan Bebas

Anak yang menjelang masa remaja akan mulai mengalami perkembangan seksual juga, seiring dengan kematangan perkembangan organ seksualnya yang mulai dapat berfungsi untuk reproduksi. Hal ini dapat berbahaya karena anak pada usia remaja sebenarnya belum memiliki kontrol yang matang terhadap pikiran dan emosinya sehingga sangat mudah terpengaruh untuk jatuh kepada pergaulan bebas. Hal ini juga dipengaruhi oleh televisi, yang memiliki efek positif dan negatif televisi bagi pertumbuhan anak. Padahal pergaulan bebas memiliki sangat banyak efek negatif dan tidak ada efek positifnya sedikitpun. Bahaya pergaulan bebas pada anak yaitu:

  1. Penyebaran penyakit kelamin di kalangan remaja yang disebabkan oleh perilaku seks bebas, misalnya HIV/AIDS, sifilis, dan lain sebagainya. Pentingnya pendidikan agama untuk anak dapat membendung perilaku bebas ini karena anak sudah mengerti dan memiliki batasan sendiri.
  2. Remaja wanita yang sering berganti pasangan memiliki resiko mengalami infeksi pada kelamin yang mengakibatkan kanker serviks, kanker mulut, kanker tenggorokan karena seks oral, kanker anus.
  3. Terjadinya kehamilan di luar nikah akibat perilaku seks bebas.
  4. Menderita penyakit menular seperti hepatitis dan HIV/AIDS karena penyalahgunaan obat-obatan terlarang dan bisa menjadi penyebab anak dikucilkan oleh lingkungannya.
  5. Menurunnya kualitas generasi muda karena seks bebas, kecanduan narkoba dan minuman keras, dan menjadi faktor penyebab kenakalan remaja.
  6. Remaja akan terjebak dalam gaya hidup yang dapat menghancurkan masa depannya.
  7. Anak remaja yang terjebak kepada pergaulan bebas kemungkinan dapat mengembangkan sikap agresi karena terbiasa tidak mengikuti aturan-aturan yang berlaku di masyarakat.
  8. Menunjukkan perilaku tidak lagi hormat kepada orang tua karena sudah terlanjur memupuk gaya hidup hedonis dan egois demi kesenangan pribadi dan kelompoknya sendiri. Disinilah pentingnya cara berkomunikasi dengan anak remaja atau cara bijak menyikapi anak remaja yang mulai pacaran perlu diketahui oleh orang tua.
  9. Dapat bersikap anarkis dan sangat menyimpang dari aturan-aturan sosial, bahkan mendekati pelanggaran kriminal.
  10. Terganggunya pelajaran di sekolah dan bahkan bisa menyebabkan anak tidak dapat meneruskan sekolah, karena tidak lagi dapat mengikuti tuntutan disiplin dari sekolah dan tidak lagi dapat fokus belajar.
  11. Bahaya pergaulan bebas pada anak bisa membuat anak mengalami kekerasan fisik bahkan juga bisa menjadi pelaku kekerasan fisik pada anak lainnya apabila tidak ada cara mengatasi kenakalan remaja yang dilakukan orang tua dan guru.

Bahaya pergaulan bebas pada anak mungkin tidak akan dirasakan seketika itu juga oleh anak-anak, namun bukan berarti bahaya tersebut tidak akan dialami sama sekali. Perbuatan yang dilakukan dalam pergaulan bebas tidak bisa dianggap sepele dan tidak hanya dapat mempengaruhi anak saja, namun juga dapat mempengaruhi banyak pihak. Terlebih lagi jika orang tua tidak menaruh perhatian yang sepantasnya kepada anak-anak yang sudah terlihat berperilaku menjurus pergaulan bebas tersebut. Demi masa depan anak, tentunya perhatian khusus terhadap kondisi ini perlu diberikan terutama oleh orang tua untuk cepat mengenali ciri-ciri anak terjerumus dalam pergaulan bebas dan melakukan cara mencegah pergaulan bebas pada anak.

Sponsors Link
, , , , , , , , , , , ,
Post Date: Friday 10th, August 2018 / 03:42 Oleh :
Kategori : Parenting