Sponsors Link

Bahaya Kekurangan Vitamin D pada Anak dan Balita

Sponsors Link

Vitamin D merupakan unsur yang penting dalam pembentukan tulang dan gigi. Khususnya vitamin ini merupakan kunci suksesnya penyimpanan kalsium pada tulang anak. Tanpa vitamin ini, anak dapat menderita tulang yang rapuh, mudah retak dan patah, serta pertumbuhan yang lambat. Bayi dan anak-anak memerlukan Vitamin D yang cukup banyak untuk memenuhi kebutuhan tubuh mereka. Tentunya untuk membantu proses pertumbuhan. Selain untuk membantu pertumbuhan tulang anak, Vitamin D juga berfungsi untuk menjaga sistem imun tubuh, menjaga kesehatan jantung, menjaga kesehatan otak dan syaraf, serta menjaga berbagai macam organ dalam anak.

Kekurangan Vitamin D dapat membuat berbagai macam penyakit muncul pada anak. Berikut ini beberapa resiko penyakit yang bisa saja muncul jika anak kekurangan Vitamin D.

  1. Multiple Sclerosis

Penyakit ini adalah penyakit autoimun yang biasanya terjadi pada anak-anak yang bertempat tinggal pada cuaca yang ekstrim. Kurangnya intensitas paparan sinar matahari pada mereka menyebabkan penyakit ini muncul. Penyakit ini merupakan gangguan sistem syaraf yang disebabkan oleh kerusakan selubung Myelin yaitu sel syaraf dan dapat beresiko terjadinya kelumpuhan.

  1. Rakitis

Rakitis adalah penyakit yang menyerang anak-anak yang menyebabkan tulang anak menjadi lemah dan rapuh. Hal ini terjadi akibat tubuh kekurangan Vitamin D, Kalsium dan Magnesium. Bahaya rakitis pada anak dapat memperparah resiko terjangkitnya penyakit kelainan bentuk tulang. Penyakit ini juga dapat disebabkan oleh ibu yang masih menyusui namun kurang mengkonsumsi makanan atau susu formula yang banyak mengandung Vitamin D. Karena itu kenali penyebab rakitis pada anak, cara mencegah rakitis pada anak serta cara mengobati rakitis pada anak.

  1. Rheumatoid Athritis

Jenis penyakit ini adalah penyakit peradangan sendi pada anak yang disebabkan karena kekurangan Vitamin D. Bahaya radang sendi pada anak tidak boleh disepelekan, karena dapat menyebabkan kekakuan dan nyeri pada sendi, pengecilan otot di area sendi hingga keterbatasan ruang gerak anak. Penelitian pada tahun 2012 menunjukkan 75% kematian bayi yang mendadak disebabkan karena kekurangan Vitamin D.

  1. Nyeri ketika berjalan

Hal ini biasanya dirasakan pada anak-anak yang sudah mulai tumbuh dewasa. Kondisi ini merupakan tumpukan masalah kekurangan Vitamin D dari usia dini. Kurangnya asupan vitamin D dalam tumbuh kembang anak, menganggu aktivitas anak saat dewasa karena padatnya aktivitas yang dilakukan anak.

  1. Flu

Selain membuat kelainan pada tulang anak, kekurangan Vitamin D juga dapat berakibat mudahnya terserang influenza pada anak. Menurut penelitian, Vitamin D dapat membentuk sebuah zat yaitu antimicrobial peptides, zat tersebut ternyata berfungsi untuk melindungi tubuh dari serangan flu.

Pada beberapa kasus menunjukkan kondisi saat tidak mendapatkan Vitamin D yang cukup dari manfaat asi eksklusif untuk bayi, maka bayi akan menderita masalah kesehatan yang disebut dengan istilah rickettsia. Tulang pada bayi yang menderita penyakit ini biasanya menjadi rapuh dan tumbuh tidak sempurna atau cacat. Cacat tersebut bisa saja berupa kaki yang sedikit melengkung, pergelangan tangan dan pergelangan kaki yang lebih tebal. Jika penyakit ini tidak segera ditangani dengan benar maka akan menimbulkan beberapa komplikasi penyakit seperti kejang, alergi, postur tubuh yang pendek, infeksi saluran pernafasan, tulang belakang yang melengkung, dan berbagai masalah pada gigi bayi.

Berapa jumlah Vitamin D yang dibutuhkan anak?

Kebutuhan anak akan Vitamin D berbeda-beda tergantung usia anak. Pada bayi yang baru beberapa hari lahir, bayi tersebut membutuhkan sekitar 400 IU per hari. Pada ASI eksklusif yang diberikan oleh ibu kepada bayinya, dalam 1 liter ASI padahal hanya mengandung sekitar 25 IU saja. Maka dari itu, pada masa kehamilan dan pasca melahirkan dokter akan memberikan suplemen vitamin tambahan untuk mencukupi kebutuhan Vitamin D oleh sang anak. Maka dari itu konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter, apakah perlu untuk memberikan suplemen vitamin tambahan tersebut. Jika Anda memberikan susu formula pada anak, usahakanlah memberikan susu formula yang mengandung Vitamin D fortifikasi.

Vitamin D bisa ditemukan dalam berbagai macam olahan makanan seperti susu, yogurt, manfaat telur untuk kesehatan anak balita dan juga jamur. Namun sumber Vitamin D terbaik dapat diperoleh dari manfaat menjemur bayi dan anak di bawah sinar matahari pagi. Lakukan kegiatan ini sekitar 10 sampai dengan 15 menit per hari, pada saat jam 7 sampai dengan jam 8 pagi. Dan jangan lupa mengoleskan krim tabir surya dengan kadar SPF 15 untuk menghindari efek negatif dari paparan sinar matahari tehadap bayi dan anak.

Sponsors Link
, , , , , , , , , , , ,
Post Date: Friday 09th, March 2018 / 07:27 Oleh :
Kategori : Gizi dan Nutrisi