Sponsors Link

5 Bahaya Kekurangan Fosfor pada Bayi yang Tidak Boleh Diabaikan

Sponsors Link

Bayi sangat membutuhkan asupan nutrisi yang tercukupi karena ia sedang dalam masa pertumbuhan dan perkembangan yang sangat pesat. Di usia emasnya, bayi yang kekurangan nutrisi akan mengalami gangguan kesehatan hingga pertumbuhan yang kurang optimal. Salah satu nutrisi yang dibutuhkan bayi yaitu mineral berupa fosfor. Fosfor berguna untuk mendukung pembentukan dan pertumbuhan tulang dan gigi, meningkatkan fungsi jantung, ginjal dan sistem saraf sehingga mineral ini begitu penting untuk diberikan pada bayi. Meski terdapat bahaya kelebihan fosfor pada bayi, kekurangan fosfor juga tidak boleh dianggap remeh karena juga dapat menimbulkan bahaya seperti berikut ini.

ads

1. Pertumbuhan Menjadi Lambat

Bayi yang mengalami kekurangan fosfor akan menunjukkan tanda-tanda anak kurang gizi seperti pertumbuhannya yang lambat dan tidak sesuai dengan usianya. Pentingnya vitamin dan mineral untuk bayi perlu diperhatikan karena hal ini berpengaruh terhadap pertumbuhannya. Karena itu, orang tua harus lebih memperhatikan asupan fosfor pada bayi, seperti halnya manfaat kalsium untuk bayi dan manfaat vitamin D untuk pertumbuhan anak.

2. Pembentukan Tulang yang Tidak Sempurna

Sama seperti bahaya kekurangan zat besi pada anak, bahaya kekurangan fosfor juga dapat menyebabkan pembentukan tulang menjadi tidak sempurna. Akibatnya tulang anak menjadi rapuh dan mudah keropos. Hal ini membuat bayi lebih lemah, lambat berjalan dan tidak mampu menopang tubuhnya dalam waktu lama karena tulangnya tidak kuat. Hal ini juga berpengaruh terhadap tinggi bayi dan anak karena pertumbuhan tulangnya yang tidak optimal sehingga perlu diwaspadai oleh setiap orang tua.

3. Tulang dan Gigi Tidak Kuat

Hampir 85 persen kandungan fosfor dalam tubuh berada pada tulang dan gigi, sehingga jika bayi kekurangan fosfor ia akan memiliki tulang yang lemah, begitu pula dengan giginya yang sangat mudah tanggal dan keropos. Kondisi ini tentu tidak baik bagi pertumbuhannya, juga pembentukan struktur giginya. Karena itu, penuhi kebutuhan nutrisi bayi dengan memberikannya cukup ASI dan makanan yang kaya vitamin dan mineral.

4. Mengalami Hipofosfatemia

Hipofosfatemia merupakan kondisi dimana bayi mengalami kekurangan fosfor sehingga berbagai fungsi dalam tubuhnya menjadi terganggu. Kondisi ini umumnya ditandai dengan nyeri pada otot, tulang dan sendi sehingga seluruh tubuh terasa sangat nyeri. Kondisi ini pun membuat tubuh bayi menjadi lemah dan lemas, sehingga ia tidak bersemangat untuk aktif bergerak. Padahal bergerak dan bermain dapat merangsang pertumbuhan dan perkembangan bayi, namun hal tersebut tidak dapat diperoleh karena bayi kekurangan fosfor.

5. Proses Metabolisme Terganggu

Beberapa penyerapan nutrisi seperti riboflavin akan semakin optimal jika ada ketersediaan fosfor dalam tubuh. Jika fosfor sangat rendah, maka bayi akan mengalami hambatan dalam proses metabolisme dan menyerap nutrisi sehingga hal ini dapat berdampak pada pertumbuhannya. Selain itu, fungsi ginjal juga ikut terganggu dalam mengeluarkan urin karena kadar fosfor yang rendah dalam tubuh. Jika ini terjadi pada bayi Anda, jangan ragu untuk mencari tips memilih dokter anak yang tepat agar bayi bisa segera mendapat perawatan.

Nah, itulah bahaya kekurangan fosfor pada bayi yang sebaiknya sangat diperhatikan orang tua. Sudah menjadi tugas orang tua untuk memenuhi kebutuhan nutrisi bayi dan anak agar mereka dapat tumbuh dan kembang seara optimal dan menjadi anak kebanggaan di masa depannya nanti. Nutrisi untuk bayi hendaknya diberikan secara seimbang dan mencukupi kebutuhan hariannya, tidak berlebihan namun juga tidak kekurangan sehingga kesehatan bayi selalu terjaga.

Sponsors Link
, , , , , , , ,
Post Date: Tuesday 15th, May 2018 / 07:16 Oleh :
Doctors Talk

Kecanduan game & gadget bisa jadi momok bagi ibu, bahkan bisa membuat anak depresi dan bunuh diri, yuk kenali dan jangan lupa subscribe ya.