Sponsors Link

6 Bahaya Jajanan untuk Anak – Patut Diwaspadai!

Sponsors Link

Sudah bukan rahasia lagi bahwa jajanan yang biasa dijajakan di sekitar sekolah dasar atau di jalanan itu sebagian besar tidak menyehatkan dan termasuk dalam jenis makanan yang berbahaya untuk anak. Sudah beberapa kali juga Badan Pengawas Obat dan Makanan melakukan tes pada makanan yang dijual, dan hasilnya positif mengandung zat-zat yang berbahaya bagi tubuh, terutama bagi anak. Akan tetapi hal ini sepertinya masih susah diberitahukan kepada anak-anak. Anak-anak sangat suka jajanan, apalagi biasanya di sekolah mereka berderet banyak penjual jajanan yang beraneka macam. Rasanya pun cocok di lidah mereka, kemasan dan warnanya menarik, serta harga yang ditawarkan pun sangat terjangkau.

ads

Jajan di sekolah sudah menjadi kebiasaan bagi anak-anak walaupun mereka sudah dibekali makanan dari rumah. Jika sudah begini, pihak sekolah harus turut serta mengendalikan nafsu jajan anak. Selain itu, para orang tua harus semakin memberi perhatian dan pengertian lebih ke anak-anak mengenai bahaya jajan sembarangan. Anak-anak harus mulai diberi informasi mengenai bahaya apa saja yang mengancam mereka jika kebiasaan jajan itu masih terus dilakukan.

Berikut adalah beberapa bahaya dari jajanan untuk anak:

1. Penggunaan Zat Warna Tekstil

Jika ada jajanan, makanan, atau minuman yang memiliki warna mencolok dan berbekas di lidah saat dimakan maka dapat disinyalir makanan tersebut mengandung zat pewarna tekstil. Sesuai dengan namanya, zat pewarna ini tidaklah cocok digunakan dalam makanan. Penggunaan zat warna ini sering ditemukan dalam saus tomat, sirup, dan makanan yang berwarna lainnya. Penumpukan zat ini dalam tubuh dapat memicu pertumbuhan sel kanker. Jangan biarkan masa depan anak hancur hanya karena kesenangan anak jajan sembarangan. Baca : Jenis-Jenis Penyakit Neurologi pada Anak

2. Penggunaan Formalin

Siapa yang tidak kenal formalin. Formalin seringkali digunakan sebagai pengawet mayat, dan sudah pasti tidak cocok digunakan dalam makanan. Bayangkan saja bahaya yang mengancam jika formalin ini sampai termakan oleh anak, bahkan dalam jangka waktu yang lama. Pedagang nakal seringkali menggunakan formalin agar jajanan mereka tahan lama jika tidak laku. Formalin seringkali ditemukan pada pembuatan bakso, mie, dan tahu. Kenalkan anak pada bahaya formalin sehingga mereka tidak lagi senang jajan sembarangan. Gejala awal adanya gangguan akibat formalin adalah munculnya gangguan pencernaan pada anak. Baca : Cara Mengatasi Keracunan pada AnakAnemia pada Anak

3. Penggunaan Penyedap/ MSG Berlebihan

MSG atau Monosodium Glutamat adalah penyedap yang sering digunakan agar rasa makanan semakin enak. Penggunaan MSG seringkali ditemukan pada jajanan seperti bakso, mie, cilok, tempura, ataupun makanan ringan lainnya. MSG sebenarnya masih boleh digunakan asal dalam takaran yang pas, yaitu maksimal 1 gram sehari. Akan tetapi dalam kenyataannya, penjual seringkali menambahkan jumlah takaran untuk semakin menyedapkan makanan. Penggunaan MSG yang berlebihan dapat menyebabkan beberpa gejala seperti mual, sakit kepala, hingga kecepatan detak jantung meningkat. Baca : Cara Mengatasi Sakit Perut pada AnakGejala Penyakit Tipes pada Bayi dan AnakCiri Ciri Anak Hiperaktif

4. Penggunaan Gula Bibit

Anak-anak sangat menyukai rasa manis, walaupun ada beberapa bahaya gula untuk bayi dan anak. Beberapa penjual memanfaatkan fakta ini dengan menyiasati penggunaan gula dalam makanan dan minuman. Penggunaan gula murni dalam jajanan tentunya tidak akan mendatangkan hasil yang maksimal, berbeda dengan penggunaan gula bibit. Harga gula bibit lebih terjangkau, dan rasa manisnya sangat berasa. Sudah pasti hal ini akan disukai oleh anak-anak. Tidak main-main, efek jangka panjang penggunaan gula bibit ini adalah risiko terjadinya kerusakan otak. Baca : Gejala Diabetes pada AnakPenyebab Obesitas pada Anak BalitaCara Mengatasi Anak yang Susah Makan

5. Penggunaan Minyak Goreng Bekas

Jajanan yang berupa gorengan juga menjadi salah satu favorit anak-anak. Penggunaan minyak goreng bekas ini ditujukan untuk menghemat pengeluaran dan memperbesar laba. Biasanya para pedagang nakal mendapat minyak goreng bekas dari restoran-restoran yang hanya menggunakan minyak goreng dalam sekali pakai. Penggunaan minyak goreng bekas membuat risiko jantung koroner dan kanker menjadi semakin besar. Gejala awal pada tubuh anak ketika mengkonsumsi makanan yang menggunakan minyak goreng bekas antara lain batuk dan tenggorokan terasa gatal. Jika anak mulai batuk, segera aplikasikan beberapa cara mengatasi batuk pada anak. Baca : Bahaya Makanan Cepat Saji untuk Kesehatan AnakBahaya Anak Kurang Minum Air PutihBahaya Penyakit Polio pada Anak

6. Ancaman Cacing

Pernahkah terpikirkan lingkungan makan anak ketika diluar rumah dapat menjadi salah satu penyebab cacingan pada anak? Perlu diwaspadai juga jika makanan yang dijual di sekolah dasar anak secara bebas ataupun di pinggir jalan sudah tercemar cacing. Hal ini karena kurang terjaganya kebersihan dari peralatan yang digunakan. Paparan cacing dapat juga ditemui jika bahan makanan tidak dimasak dengan matang sempurna, penggunaan air cucian secara berulang, kebersihan peralatan masak tidak dijaga, dan kebersihan penjual yang juga kurang terjaga. Harus diperhatikan benar-benar apakah anak terpapar cacing atau tidak. Hal ini karena gejala cacingan pada anak termasuk susah dideteksi secara langsung tanpa adanya pemeriksaan laboratorium. Baca : Tanda Tanda Anak Kurang GiziBahaya Garam untuk AnakAnak TersedakTips Memilih Peralatan Makan yang Aman untuk Bayi dan Anak

Beberapa zat berbahaya yang dipaparkan di atas merupakan zat pemantik kanker dan penyakit ganas lainnya dalam tubuh. Itulah mengapa anak harus dilarang jajan sembarangan. Memang susah melarang anak jajan di luar. Akan tetapi bukan berarti para orang tua harus menyerah untuk mengingatkan. Masa depan dan kesehatan anak dipertaruhkan. Jika bahan-bahan kimia itu mengendap dalam jangka waktu yang lama, akan semakin berbahaya bagi anak. Untuk itulah para orang tua harus selalu memperhatikan apa yang dimakan oleh anak. Pastikan mereka makan makanan sehat untuk tumbuh kembang anak.

Sponsors Link
, , , , , , , , ,
Post Date: Saturday 28th, October 2017 / 06:02 Oleh :
Kategori : Parenting
Doctors Talk

Bolehkah susu kental manis dikonsumsi anak anak ? Simak penjelasan dr. Retno Kuntarti, Sp.GK, spesialis gizi berikut ini.