Sponsors Link

6 Bahaya Hipertensi pada Anak Harus Diwaspadai

Sponsors Link

Bahaya hipertensi pada anak tentu saja akan berdampak pada kehidupan sehari-harinya. Oleh karena itu kondisi gejala hipertensi pada anak ini perlu diwaspadai. Berikut ini beberapa bahaya hipertensi pada anak yang sering terjadi.

1. Gagal Jantung

Pada kasus tekanan darah tinggi diketahui bahwa otot jantung akan memompa darah secara lebih keras hingga kebutuhan darah di semua bagian tubuh bisa terpenuhi. Hal ini mengakibatkan otot jantung menebal dan kesulitan dalam memompa darah. Akhirnya anak akan mengalami bahaya gagal jantung pada anak dengan gejala sesak napas dan mudah lelah. Anak juga akan mengalami bengkak pada pergelangan tangan atau kakinya serta di bagian tubuh yang lain.

2. Gangguan Penglihatan

Hipertensi tidak hanya menimbulkan gangguan pada organ jantung saja tetapi juga pada beberapa organ yang lain di dalam tubuh. Salah satunya adalah organ mata yang berfungsi sebagai alat penglihatan. Saat anak mengalami hipertensi maka pembuluh darah yang ada di mata beresiko menyempit. Tentu saja kondisi ini akan mengakibatkan gangguan pada penglihatan anak. Bahkan jika pembuluh darah tersebut pecah maka anak akan mengalami kerusakan mata. Macam-macam kelainan mata pada bayi yang terjadi bisa saja dimulai dari penglihatan yang kabur sampai dengan muncul kebutaan.

3. Sindrom Metabolik

Sindrom metabolik lebih mengacu pada sekumpulan kelainan yang terjadi pada metabolisme di dalam tubuh anak. Berbagai kondisi medis sebenarnya bisa saja memicu terjadinya sindrom metabolis pada anak. Salah satunya adalah adanya tekanan darah tinggi atau hipertensi. Terlebih lagi jika tekanan darah tinggi yang dialami oleh anak disertai pula dengan adanya kadar kolesterol tinggi serta penyebab diabetes pada anak. beberapa penyakit seperti diabetes bisa saja dimiliki seorang anak sejak kecil hingga bisa menimbulkan komplikasi pada kesehatan anak dan menyebabkan gejala dan penyebab gangguan metabolik pada anak.

4. Sulit Fokus

Hipertensi bisa saja tidak terkontrol terutama saat tekanan darah anak semakin naik. Tentu saja hal ini bisa berdampak pada kognitif anak hingga anak mengalami perubahan kognitif ke arah yang lebih buruk daripada sebelumnya. Anak akan kesulitan memusatkan fokus hingga ia juga menemui kesulitan dalam mengingat sesuatu, berpikir, serta mempelajari berbagai hal baru lainnya. Ia juga bisa saja mengalami masalah anak terlambat bicara serta kehilangan fokus saat sedang berkomunikasi dengan seseorang. Tentunya hal ini berpengaruh pada prestasi belajar anak.

5. Gangguan Ginjal

Anak yang menderita hipertensi dengan tekanan darahnya tinggi tentu akan mengalami beberapa masalah kesehatan. Terlebih lagi bila tekanan darah tingginya tersebut tidaklah terkontrol. Kondisi ini dapat menyebabkan pembuluh darah yang ada di organ ginjal semakin menyempit dan juga semakin melemah. Pada akhirnya kondisi ini dapat mengganggu fungsi ginjal anak hingga menyebabkan anak mengalami penyakit ginjal kronis. Oleh karena itu perlu melakukan pemeriksaan ginjal anak secara berkala agar tidak terjadi komplikasi.

6. Mengalami Aneurisma

Saat seorang anak mengalami hipertensi maka tekanan darahnya akan menjadi sangat tinggi. Kondisi ini bisa menyebabkan salah satu bagian dari pembuluh darah menjadi semakin lemah dan menonjol hingga menyerupai balon dan membentuk gejala dan penyebab aneurisma otak pada anak. Umumnya aneurisma tidak dapat diidentifikasi karena tidak ada gejala yang menyertainya selama beberapa tahun. Hal inilah yang membuat aneurisma makin membesar hingga kemudian menjadi pecah. Jika hal ini sampai terjadi maka nyawa dan keselamatan anak bisa terancam.

Bahaya hipertensi pada anak sebaiknya dicegah. Sehingga anak tidak sampai mengalami bahaya komplikasi seperti tersebut di atas.

Sponsors Link
, , , , , , , , , ,
Post Date: Monday 05th, November 2018 / 22:56 Oleh :