Sponsors Link

3 Bahaya Bullying pada Anak Wajib Diketahui

Sponsors Link

Bahaya bullying pada anak termasuk bentuk intimidasi dari satu individu atau kelompok yang lebih kuat. Bullying identik dengan penindasan terhadap seseorang yang lebih lemah. Pada masa sekarang ini banyak kita jumpai adanya bullying anak di sekolah. Sayangnya kasus ini terkadang tidak diketahui oleh para guru dan kepala sekolah. Hal ini pun menyebabkan pelaku bullying menjadi lebih leluasa dalam melakukan kekerasan. Sebenarnyahal ini merupakan suatu hal yang buruk. Karena bullying sebenarnyatidak memberikan dampak positif bagi seorang anak. Justru perilaku bullying ini hanya akan memberikan dampak negatif bagi anak. Berikut ini beberapa bahaya bullying pada anak yang perlu diketahui orang tua.

ads

1. Gangguan Mental

Gangguan mental berhubungan dengan suatu perilaku atau pola mental yang tidak bersifat normatif dalam kehidupan sehari-hari. Penyebab gangguan mental pada anak bisa terjadi akibat adanya kasus bullying. Ada berbagai hal yang bisa menyebabkan timbulnya gangguan mental pada seseorang. Contohnya antara lain terjadinya infeksi otak pada anak, terjadinya perubahan hormon, dan terjadinya peristiwa traumatis. Peristiwa traumatis umumnya terjadi pada masa kanak-kanak dan membekas pada ingatan anak tersebut hingga ia dewasa. Contoh peristiwa traumatis ini adalah bullying. Bullying memang membuat anak menjadi minder dan tidak percaya diri. Anak pun pada akhirnya tidak bisa menghargai dirinya sendiri. Hal ini jika dibiarkan berlarut-larut akan menyebabkan stres pada anak atau gangguan jiwa.

2. Depresi

Bahaya bullying pada anak termasuk mengalami depresi yang merupakan suatu keadaan yang menggambarkan jenis gangguan emosi pada anak yang berlebihan. Depresi bisa mengganggu seseorang dalam menghadapi kehidupan sosialnya. Beberapa ciri dari depresi ialah adanya perasaan sedih, kehilangan minat dan semangat, malas beraktivitas, dan adanya macam-macam gangguan tidur pada anak. Depresi juga bisa terjadi pada anak-anak bahkan sampai anak tersebut menjadi dewasa. Salah satu kasus yang menyebabkan seorang anak menjadi depresi adalah kasus bullying. Bullying dapat menyebabkan seorang anak menjadi lebih rentan mentalnya. Anak korban bully juga bisa saja menyakiti dirinya sendiri karena merasa sakit hati dengan perlakuan buruk yang diterimanya. Depresi ini pun bisa mengakibatkan seorang anak menjadi patah semangat dan bahkan ingin mengakhiri hidupnya. Tentu saja hal ini sangat tidak diharapkan untuk terjadi.

3. Masalah Kesehatan

Seorang anak yang menjadi korban bully akan memiliki kondisi kesehatan yang kurang baik. Sebab pada saat seorang anak mengalami bully maka ia akan mengalami ciri-ciri penyakit jantung pada anak yang semakin kuat dan kencang serta otot-otot yang menegang. Pada saat itu seorang anak juga akan melepaskan adrenalin dan kortisol. Reaksi yang dikeluarkan oleh tubuh inipun sebenarnya tidak baik dan melemahkan sistem kekebalan tubuh pada anak. Hal ini pun pada akhirnya dapat menyebabkan berbagai masalah pada kesehatan anak. Kasus bullying akan membuat anak menjadi sering mengalami pusing dan sakit kepala serta gangguan tidur berjalan pada anak. Korban bully tersebut juga akan sering mengalami sakit perut karena adanya rasa takut. Selain itu timbul efek cenderung kehilangan nafsu makan sehingga daya tahan tubuhnya pun melemah. Hal inipun menyebabkan anak menjadi lebih mudah terserang penyakit apapun.

Itulah beberapa bahaya bullying pada anak yang sebaiknya diketahui orang tua. Sehingga kemungkinan efek tersebut dapat dihindari. Pastikan untuk selalu memperhatikan keseharian anak. Sehingga resiko anak mengalami bullying akan lebih kecil.

Sponsors Link
, , , , , , , , , ,
Post Date: Wednesday 25th, April 2018 / 13:00 Oleh :
Kategori : Karakter