Sponsors Link

8 Bahaya Anak Bermain dengan Hewan Peliharaan

Sponsors Link

Anak kecil umumnya suka dengan hewan peliharaan. Tanpa peduli jika selalu ada resiko bahaya anak bermain dengan hewan peliharaan. Namun tingkah polah hewan yang lucu dapat membuat anak betah bermain bersamanya. Misalnya dengan kucing atau anjing kesayangan. Tak jarang bahkan anak jadi lebih perhatian pada peliharaan mereka daripada hal lainnya. Oleh sebab itu sebaiknya perhatikan jika anak terlalu lekat dengan hewan peliharaannya. Tentunya ada beberapa efek yang tidak diinginkan. Apabila ingin tahu lebih jelas, simak beberapa bahaya anak bermain dengan hewan peliharaan berikut ini:

ads

1. Malas Belajar

Anak yang terlalu banyak bermain dengan hewan peliharaanny jadi tidak punya waktu untuk belajar. Bisa jadi anak lebih memilih bermain dengan hewan daripada belajar. Oleh sebab itu Lakukan upaya untuk cara mendidik anak yang malas belajar. Supaya prestasi anak di sekolah tidak menurun dan di sisi lain anak tetap punya waktu bermain dengan hewan kesayangannya.

2. Kelelahan

Bahaya anak bermain dengan hewan peliharaan termasuk dapat mengalami kelelahan karena terlalu banyak aktivitas fisik. Karena itu selalu ingatkan anak untuk tetap punya waktu untuk tidur siang secara terratur. Karena manfaat mengajarkan anak tidur sendiri dapat membuat anak tidak terlalu lelah ataupun mudah sakit.

3. Jorok

Jika tidak dijaga bermain dengan hewan bisa menimbulkan kondisi yang kotor atau jorok. Sehingga resiko penularan kutu yang paling umum terjadi pada kondisi ini. Hal ini dapat diatasi dengan selalu rajin memandikan hewan kesayangan. Serta ketahui manfaat mengajarkan anak cuci tangan.

4. Resiko Rabies

Sebaiknya awasi anak saat bermain dengan hewan. Karena resiko penyakit rabies tetap ada. Sehingga sebaiknya selalu jaga kesehatan hewan peliharaan supaya resiko tersebut dapat diminimalkan.

5. Autis

Hati-hati bila anak hanya peduli pada hewan peliharaan saja bisa jadi anak autis. Karena itu ajak anak melakukan kegiatan lain yang juga bermanfaat. Sehingga dapat mencegah gejala autis pada anak.

6. Tidak Ada Teman

Jika anak terlalu asik bermain dengan hewan peliharaan bisa jadi anak tidak memiliki teman. Oleh sebab itu ingatkan anak pentingnya bermain untuk pertumbuhan anak bersama teman sebayanya supaya anak tetap memiliki teman pada aktivitas sehari-hari.

7. Penularan Penyakit

Hewan merupakan sumber penularan penyakit yang berbahaya. Contohnya penyebab penyakit PES pada anak atau penyebab penyakit ebola pada anak semuanya disebabkan oleh penularan dari hewan. Karena itu jika memiliki hewan peliharaan sebaiknya selalu periksakan ke dokter hewan secara berkala. Supaya kesehatan hewan dapat terjamin dan tidak beresiko menularkan penyakit.

8. Luka Gigitan

Awasi anak saat bermain supaya jangan sampai tergigit atau tercakar hewan kesayangannya. Karena luka akibat gigitan maupun cakaran hewan dapat berbahaya. Salah-salah luka tersebut dapat menimbulkan penyebab infeksi usus pada anak pada anak hingga membuat anak mengalami penyebab demam pada anak dan badan menjadi tidak nyaman. Karena itu selalu jelaskan pada anak bahwa resiko bermain dengan hewan dapat menyebabkan hal tersebut.

Demikian beberapa penjelasan mengenai bahaya anak bermain dengan hewan peliharaan. Usahakan untuk menertibkan jadwal anak bermain dengan peliharaannya. Serta selalu jaga kebersihan serta kesehatan hewan peliharaan dengan memeriksakan hewan ke dokter hewan secara berkala. Terangkan pada anak untuk membagi waktu dengan baik sehingga bermain bersama hewan peliharaan tetap menyenangkan namun tidak mengganggu aktivitas lainnya.

Sponsors Link
, , , , , , , , , , , ,
Post Date: Tuesday 09th, January 2018 / 22:21 Oleh :
Kategori : Parenting
Doctors Talk

Bolehkah susu kental manis dikonsumsi anak anak ? Simak penjelasan dr. Retno Kuntarti, Sp.GK, spesialis gizi berikut ini.