Sponsors Link

Anak Suka Bicara Sendiri, Bahayakah?

Sponsors Link

Anak suka bicara sendiri, bahayakah? Saat anak bermain atau beraktivitas, orang tua mungkin mengamati anak suka berbicara sendiri. Hal ini menimbulkan kekhawatiran bagi sebagian orang tua, karena khawatir anak mengalami gejala penyakit tertentu, seperti Skizofrenia dan penyebab autis pada anak, atau memiliki gangguan kejiwaan. Ternyata, tidak semua kondisi anak suka bicara sendiri, membahayakan. Sebab, anak mengalami tumbuh kembang saat masa pertumbuhannya. Seorang tokoh psikologi dunia, Jean Piaget, mengemukan teori tahapan periode perkembangan kognitif yang dialami anak sebagai berikut:

ads
  • Anak usia 0 – 2 tahun – mengalami periode sensorimotor, ditandai dengan perkembangan motorik dan persepsi sederhana.
  • Anak usia 2 – 7 atau 8 tahun – mengalami periode preoperasional yang ditandai dengan mulai munculnya kemampuan berbahasa anak, khususnya anak yang tidak mengalami macam-macam gangguan komunikasi pada anak. pada fase ini sebaiknya melatih pentingnya imajinasi dan tumbuh kembang anak, mengunakan cara mengembangkan imajinasi anak. Sebab, anak memiliki pikiran yang sangat imajinatif pada periode ini.
  • Anak usia 7/8 – 11 atau 12 tahun – mengalami periode operasional konkret. Hal ini tampak dari kemampuan anak mengunakan aturan-aturan yang logis dan jelas.
  • Anak usia 11/12 – 18 tahun – mengalami periode operasional formal. Hal ini ditandai dengan kemampuan anak berpikir abstrak dan logis, sehingga mampu berkerja efektif dan sistematis.

Anak suka bicara Sendiri, Bahayakah?

Anak suka bicara sendiri, biasanya sering terjadi pada anak dalam periode preoperasional. Hal ini karena anak tampa ciri-ciri anak mengalami gangguan komunikasi, mulai mengalami peningkatan kemampuan komunikasi. Seperti berbahasa, berbicara dan mendengar. Selain itu, setelah usia 4 tahun kemampuan anak berimajinasi juga lebih baik dibandingkan sebelumnya. Sehingga sering orang tua jumpai anak perempuan cenderung bermain boneka dengan menimang dan mengajak boneka tersebut bercerita. Atau anak laki-laki tampak asyik berbicara sendiri saat sedang bermain pistol-pistolan. Anak suka bicara sendiri, bahayakah? Jawabannya tergantung kepada hasil observasi orang tua dan kondisi bicara sendiri anak.

Berbicara sendiri adalah pembicaraan yang lakukan oleh anak yang ditujukan kepada dirinya sendiri atau bukan kepada siapapun secara khusus, dan terkadang sulit dimengerti oleh pendengar termasuk orang tua. Tokoh psikologi terkemuka, Lev Vygotsky menyatakan bahwa aktivitas berbicara sendiri pada anak merupakan perkembangan dari pembicaraan external dan internal di dalam diri anak. Namun pada fase ini anak belum dapat membedakan pembicaran ke diri sendiri dan kepada orang lain. Namun, seiring bertambahnya usia anak, volume bicara sendiri anak akan semakin kecil, hingga akhirnya secara perlahan menjadi suara batin anak (inner thought), ketika anak memasuki tahapan perkembangan selanjutnya.

Oleh karena itu, jika orang tua mendapati anak usia 4 – 8 tahun sering bicara sendiri, maka hal itu merupakan sesuatu yang normal dalam tumbuh kembang anak. Sehingga orang tua tidak perlu khawatir anak terkena macam-macam gangguan pada tumbuh kembang anak. bahkan hal tersebut memiliki beberapa manfaat bagi perkembangan anak. berikut ini adalah beberapa manfaat anak suka bicara sendiri bagi perkembangan anak.

  • Komunikasi sosial – sebagian besar aktivitas berbicara sendiri anak bertujuan untuk merangsang kemampuan verbal anak serta berpengaruh pada ekspresi, yang membuat anak lebih sadar terhadap tindakan dan eksistensi mereka. karena itu, berbicara sendiri dapat digunakan untuk melatih anak melakukan cara mengatasi jenis gangguan emosi pada anak.
  • Sebagai cara mengenali diri – berbicara sendiri berperan penting dalam proses anak mengenali dan mengamati diri sendiri. Karena pada saat berbicara sendiri saat bermain, anak dapat berpikir dari perspektif orang lain yang dijadikan objek atau bahan celotehannya.
  • Membantu mengingat – pada saat anak bicara sendiri, anak sebenarnya sedang melakukan proses pengelolah informasi pada otaknya. Pengolahan tersebut meliputi sensasi (merasakan), persepsi (penafsiran pesan sederhana), memori (menyimpan, menahan dan memanggil informasi), dan berfikir. Sehingga anak suka bicara sendiri, dapat juga menjadi ciri anak cerdas sejak bayi.

Ternyata anak suka bicara sendiri, bahayakah? Tidak selalu berkaitan dengan kondisi gangguan kesehatan lainnya. Namun, perlu diwaspadai apabila anak bicara sendiri dan menunjukkan gejala-gajala gangguan emosi atau kecemasan. Seperti anak berteriak-teriak, menangis dan tampak ketakutan saat bicara sendiri. Atau sering menyebut sesuatu yang bukan merupakan benda atau karakter favorit anak. jika terjadi, sebaiknya bawa anak ke tenaga profesional untuk mengetahui penyebabnya.

Sponsors Link
, , , , , , , , , ,
Post Date: Sunday 11th, February 2018 / 13:44 Oleh :