Sponsors Link

Waktu Tidur yang Baik untuk Anak

Sponsors Link

Salah satu kebutuhan mendasar manusia yang pokok adalah untuk tidur. Dengan tidur, tubuh akan beristirahat dari fungsinya yang telah bekerja keras selama seharian. Semua orang butuh tidur, tidak terkecuali orang dewasa ataupun anak-anak. Namun bagi bayi dan anak, tidur mempunyai makna berbeda dengan orang dewasa. Bagi bayi dan anak, kegiatan tidur merupakan bagian yang tidak dapat dipisahkan dari keseharian mereka. Seorang anak harus dipastikan memiliki waktu tidur yang cukup setiap harinya.

ads

Mengapa tidur sangat penting bagi anak dan bayi? Waktu tidur yang baik untuk anak mempunyai manfaat yang berkaitan erat dengan tumbuh kembang anak. Sebab saat anak tidur, tubuh akan memproduksi hormon pertumbuhan yang berfungsi untuk memulihkan tubuh, membangun otot serta jaringan tubuh, dan memperbaiki sel-sel tubuh. Anak berusia balita dan di bawahnya masih sangat memerlukan tidur yang cukup termasuk di siang hari serta malam hari karena pada saat ini tumbuh kembang otaknya masih terus berjalan. Jika anak dapat tidur pada siang dan malam hari dengan nyenyak, maka proses tumbuh kembangnya dapat berlangsung secara maksimal.

Pentingnya tidur bagi anak

Bagi anak kecil, tidur sangat penting untuk perkembangan otak dan tumbuh kembangnya. Pentingnya tidur bagi seorang anak akan mempengaruhi berbagai hal berikut ini, yaitu:

  1. Menjaga kondisi tubuh anak

Waktu tidur anak sangat penting karena pada waktu tidur tubuh mereka sedang memulihkan diri dari aktivitas yang mereka lakukan saat terjaga. Seperi diketahui, aktivitas anak memerlukan energi yang sangat besar karena mereka sering kali sangat aktif dan tidak bisa diam, senang bereksplorasi di lingkungannya. Ketika tidur, tubuh juga memulihkan diri dan energi yang terpakai saat anak sedang terjaga dan aktif.

  1. Menjaga kesehatan anak

Karena tidur berguna untuk memulihkan tenaga anak yang terpakai saat dia sedang sangat aktif, maka dengan demikian tidur juga dapat menjadi cara untuk menjaga kesehatan anak. Pemulihan tubuh yang maksimal dapat menghindarkan anak dari resiko penyakit dan menjaga daya tahan tubuh anak agar tetap prima, karena tubuhnya mempunyai kesempatan untuk memulihkan diri.

  1. Mengurangi rasa sakit

Ketika si kecil sedang sakit, waktu tidur yang mencukupi juga sangat penting baginya. Hal ini dapat berguna untuk mengurangi rasa sakit yang dideritanya, berkaitan dengan pemulihan tubuh yang terjadi saat anak tidur. Sayangnya ketika dalam keadaan sakit anak biasanya cenderung rewel dan tidak bisa tidur nyenyak, sehingga waktu pemulihannya menjadi lebih lama.

  1. Menjaga mood anak

Kurang tidur bagi orang dewasa saja dapat menyebabkan masalah konsentrasi dan emosi karena mangantuk. Bisa kita bayangkan bagaimana jika anak kecil yang mengalaminya. Orang dewasa dapat mengelola keletihan fisik mereka dengan lebih baik, namun tidak demikian dengan anak kecil. Anak kecil yang lelah dan mengantuk karena kurang tidur akan menjadi sangat rewel dan emosional. Mudah marah atau mudah menangis, bahkan mengalami tantrum. Tidur yang cukup akan sangat membantu untuk menjaga mood seorang anak agar tetap stabil sepanjang hari.

  1. Membantu proses pemulihan

Tidur merupakan cara tubuh untuk beristirahat dan memperbaiki sel – selnya, karena itulah orang yang sakit selalu dianjurkan untuk beristirahat. Begitu pula anak kecil yang sakit. Tidur pada anak yang sakit sangat membantu proses pemulihannya menjadi lebih cepat.

  1. Membuat anak beristirahat

Sangat sulit untuk membuat anak – anak kecil yang aktif untuk duduk diam dan tenang. Mereka terlalu sibuk untuk mengeksplorasi dunia di sekitarnya untuk mau beristirahat walaupun tubuhnya sudah lelah. Seringkali anak tidak peka akan kebutuhan tubuhnya yang lelah dan tetap mendahulukan keinginannya bermain. Tidur akan memungkinkan anak untuk beristirahat dari semua aktivitas yang menguras energinya.

  1. Membantu perkembangan kecerdasan anak

Sewaktu tidur, tubuh anak juga bekerja memperbaiki dan menyusun sel – sel di otaknya. Sehingga anak yang cukup tidur akan sangat terbantu dalam perkembangan kecerdasannya karena tubuhnya memiliki kesempatan untuk menyusun dan membangun sel – sel otak tersebut. Tersusunnya sel otak anak dengan baik akan membuat seorang anak menjadi anak yang cerdas dan pintar.

  1. Pertumbuhan sistem syaraf pusat

Selain menyusun sel – sel di otak, proses tidur juga akan mengukung pertumbuhan sistem syaraf pusat pada anak. Syaraf inilah yang akan mempengaruhi kemampuan motoriknya, halus maupun kasar. Karena itulah sangat penting untuk anak agar mendapatkan waktu tidur yang cukup.

Berapa lama seharusnya seorang anak tidur?

Agar anak mendapatkan manfaat yang maksimal dari tidur, orang tua harus memperhatikan lama dan waktu tidur yang baik untuk anak. Sebuah penelitian di Amerika menyatakan bahwa anak-anak yang mengalami kekurangan tidur akan mengalami gangguan pemusatan perhatian dan sulit berkonsentrasi. Bahkan akan mengalami gangguan kesehatan juga. Karena itulah ada waktu tidur untuk masing-masing anak yang ideal dan waktunya berbeda sesuai dengan perkembangan usianya. Jumlah waktu tidur yang seharusnya dimiliki tiap anak yaitu:

  • Bayi  – Jumlah waktu tidur yang dimiliki seorang bayi usia 0 -1 tahun atau nol sampai dua belas bulan adalah selama 14-15 jam per hari. Terbagi atas delapan jam tidur di malam hari dan enam sampai tujuh jam tidur siang.
  • Batita  – Untuk usia satu sampai tiga tahun atau biasa juga disebut dengan batita, waktu tidurnya adalah 12-14 jam sehari. Jam tidur ini terbagi atas 11 jam di waktu malam dan dua sampai tiga jam di siang harinya.
  • Preschool – Usia preschool adalah usia yang dimulai dari empat tahun sampai enam tahun. Waktu tidur mereka dalam satu hari adalah 11-13 jam, yang dibagi menjadi dua jam di siang hari dan 10-11 jam di malam hari.
  • Usia sekolah – Pada usia sekolah yaitu mulai 7 tahun -12 tahun waktu tidur anak semakin memendek. Sekitar 8-9 jam waktu dibutuhkan oleh anak untuk tidur malam dan 2 jam untuk tidur siang.

Tanda-tanda anak kurang tidur

Walaupun sebagian besar orang tua merasa bahwa anaknya sudah mendapatkan cukup tidur, akan tetapi bisa saja sebenarnya anak mengalami kurang tidur tanpa disadari orang tua.  Sehingga waktu tidur yang terganggu akan menyebabkan berbagai masalah yang dapat mengganggu pertumbuhan anak. Lalu bagaimana caranya untuk  memastikan anak cukup tidur atau tidak? Ada beberapa tanda anak kurang tidur yang bisa dicermati orang tua, yaitu seperti berikut:

ads
  • Mudah tertidur – Jika orang tua mendapati anak sangat mudah tertidur dan tampak selalu lesu dan letih, ada kemungkinan itu disebabkan karena ia kurang tidur. Misalnya, selalu tertidur saat dalam perjalanan ke sekolah, atau tertidur saat sedang belajar, makan, dan aktivitas lainnya.
  • Sulit bangun sendiri – Biasanya, anak yang sudah terbentuk pola tidurnya akan memiliki jam biologisnya sendiri. Ia akan bangun pada jam yang sama dan mulai mengantuk pada jam yang sama pula setiap harinya. akan tetapi jika kebetulan Anda mendapatinya sulit dibangunkan selama beberapa hari berturut – turut, mungkin saja saat itu anak sedang mangalami kurang tidur.
  • Rewel – Sikap anak yang mendadak agresif, rewel, mudah marah atau menangis, sensitif dan menjadi emosional juga merupakan salah satu tanda kekurangan tidur pada anak. Anak mudah rewel karena merasa mengantuk dan lelah akibat kurang tidur.
  • Kurangnya fokus – Apabila mendapati anak yang tiba – tiba kurang tidur dan kurang fokus dalam keseharian padahal biasanya ia selalu cepat tanggap dan mudah berkonsentrasi, bisa jadi hal tersebut disebabkan karena ia kurang tidur.

Alasan anak sulit tidur

Kesulitan tidur pada anak tidak terjadi begitu saja tanpa sebab yang jelas. Jika diamati, pasti ada satu atau dua hal atau gabungan beberapa hal yang membuat anak tiba-tiba menjadi sulit tidur. Beberapa penyebab yang mungkin terjadi saat anak sulit tidur yaitu:

  1. Tidak terbiasa tidur sendiri tanpa dibantu

Ketika orang tua selalu membantu anak untuk tidur, misalnya dengan menggendongnya, menyanyikan lagu atau membacakan cerita dan menemani tidur, bisa jadi saat anak diharuskan tidur sendiri, ia akan mengalami kesulitan tidur. Jika akan melatih anak untuk tidur sendiri, sebaiknya lakukan secara bertahap agar anak terbiasa.

  1. Anak terlalu lelah saat siang harinya

Terlalu lincah dan aktif bermain saat siang hari justru akan membuat anak sulit tidur pada malam harinya. Ijinkan anak bermain untuk menyalurkan energinya, akan tetapi buatlah batasan berapa lama anak boleh bermain sehingga ia tidak akan terlalu lelah.

  1. Sedang berada pada fase dimana anak mudah cemas

Pada beberapa anak memang akan mengalami fase seperti ini umumnya mereka merasa gelisah dan takut berpisah dengan orang tuanya sehingga menjadi sulit tidur. Usahakanlah untuk mencari cara meningkatkan rasa percaya diri anak agar tidak merasa takut atau cemas lagi bila harus berpisah sementara dengan ayah atau ibu.

  1. Tidak ada jadwal tidur yang rutin

Masalah anak sulit tidur akan terjadi setiap malam jika orang tua sejak dini tidak menetapkan jadwal rutin untuk tidur bagi anak. Pentingnya penetapan jadwal tidur akan sangat mempengaruhi kecukupan tidur anak.

  1. Mengulur waktu tidur

Anak yang masih senang bermain akan mengulur-ulur waktu tidurnya sampai menjadi terlalu larut. Akibatnya jam tidurnya akan berkurang, karena biasanya anak usia sekolah harus bangun di jam yang sama setiap harinya tidak peduli jam berapapun dia tidur.

  1. Mengalami mimpi buruk

Bisa jadi si kecil kurang tidur karena anak mengalami mimpi buruk. Biasakanlah kepada anak untuk selalu membaca doa sebelum tidur agar ia tidak mengalami mimpi yang buruk. Juga hindari kondisi anak tidur dengan perut terlalu kenyang atau terlalu lelah, hal tersebut juga bisa memancing mimpi buruk pada anak.

  1. Kurang tidur siang harinya

Manfaat tidur siang untuk anak sangat penting bagi perkembangan otaknya. Beberapa anak yang tidak tidur siang biasanya juga akan menjadi sulit tidur pada malam harinya. Atau bisa juga ia selalu tidur siang di waktu yang berdekatan dengan waktu tidur malam, sehingga ketika waktu tidur malam tiba, anak belum mengantuk sama sekali.

  1. Ada penyakit tertentu, misalnya sleep apnea, alergi, asma, dan lainnya.

Sleep apnea adalah tersumbatnya saluran udara, serta pembesaran amandel dan jaringan hidung menyebabkan anak- anak mendengkur, kadang sesak napas dan gelisah saat tidur. Sedangkan penyakit lainnya bisa saja mengganggu karena bisa terasa saat anak tidur malam. Cobalah untuk mencari cara mengatasinya, misalnya dengan cara mengatasi alergi pada anak, atau mencari penyebab sariawan pada bayi dan cara mengatasi lidah putih pada bayi.

  1. Konsumsi obat-obatan tertentu untuk penyakitnya

Jika anak sedang dalam satu pengobatan, obat yang dikonsumsi bisa saja memiliki efek samping yang membuatnya sulit tidur. Dalam kasus seperti ini, biasanya anak akan bisa tidur nyenyak kembali ketika pengobatan selesai atau dihentikan.

  1. Siklus tidurnya mengalami perubahan

Pada anak yang sedang mengalami penyesuaian waktu tidur, seringkali ia akan kesulitan untuk tidur nyenyak seperti biasanya. Misalnya, pola tidurnya berubah karena ia sudah mulai masuk sekolah. Sehingga jadwal tidur yang dulunya bisa agak larut, kini harus dimajukan agar bisa bangun lebih awal keesokan harinya.

Sponsors Link

  1. Suasana kamar tidurnya kurang mendukung

Bisa juga anak yang mengalami kesulitan tidur karena suasana di tempatnya tidur kurang mendukung. Mungkin kamarnya terlalu panas, berdebu, atau justru berangin. Terlalu banyak lampu yang menyala atau terlalu gelap juga bisa mempengaruhi tidur anak. Untuk mengatasinya, cari tahu kebiasaaan dan suasana seperti apa yang disukai anak sebelum tidur.

  1. Banyak peralatan elektronik yang menyala saat waktu anak tidur

Suasana tenang sangat penting jika ingin anak tidur dengan nyenyak . Karena anak mudah teralihkan perhatiannya, maka jauhkan semua alat elektronik dari tempat anak tidur. Ia akan sulit tidur apabila di dekatnya masih ada televisi  dan radio yang menyala atau suara hingar bingar lainnya.

  1.  Anak sedang stres

Stres tidak hanya milik orang dewasa saja, anak kecil pun juga bisa mengalami stres namun dengan kadar dan penyebab yang berbeda dengan orang dewasa. Misalnya, stres karena pelajaran di sekolah, dimarahi oleh salah satu orang tua, pergaulan dengan temannya yang kurang lancar, dan lain sebagainya yang dapat mengganggu pikiran anak dan membuatnya sulit tidur.

Akibat anak kurang tidur

Anak yang kurang tidur rentan mengalami beberapa masalah. Masalah – masalah tersebut diantaranya:

  • Cedera – Anak yang kurang tidur akan sulit menjaga dirinya sendiri karena mengantuk. Jika tidak ada intervensi orang tua untuk menyuruhnya tidur, kemungkinan anak mengalami cedera sangat besar.
  • Penurunan kecerdasan – Sebuah penelitian mengungkapkan bahwa anak yang kurang tidur akan mengalami penurunan tingkat IQ atau tingkat kecerdasannya.
  • Obesitas – Penelitian yang lain mengungkapkan bahwa kurang tidur bisa menyebabkan anak mengalami kelebihan berat badan atau obesitas.
  • Diabetes – Berkurangnya waktu tidur seseorang  terutama anak selama dua jam dalam seminggu dapat meningkatkan resistensi insulin sehingga menjadi lebih beresiko terkena diabetes.

Kebiasaan baik yang bisa dilakukan sebelum anak tidur

Untuk membantu agar anak mudah tertidur dengan nyenyak, ada beberapa kebiasaan baik yang perlu dilakukan setiap malam sebelum tidur yaitu:

  • Menyiapkan kebutuhannya esok hari – Kebiasaan ini dapat diterapkan kepada anak yang sudah mengerti perintah sederhana. Bagi anak yang belum bersekolah, orang tua dapat membimbing anak untuk menyiapkan pakaian yang akan dipakainya esok hari. Sedangkan untuk anak yang sudah lebih besar, anak dapat diarahkan untuk menyiapkan keperluan sekolahnya untuk esok harinya. Hal ini juga sekaligus sebagai cara untuk mengajarkan tanggung jawab kepada anak.
  • Berhenti makan dan minum yang manis dan berat – Jika waktu tidur sudah dekat, ini berarti sudah menjadi keharusan untuk anak berhenti makan makanan berat dan minuman manis. Jangan berikan cemilan tersebut jika sudah hampir waktunya tidur. Perut yang terlalu kenyang akan membuat anak sulit tidur dengan nyenyak. Akan jauh lebih baik bila orang tua membiasakan untuk mengenalkan makanan sehat untuk tumbuh kembang anak, hal ini juga dapat menjadi cara mengatasi anak yang susah makan.
  • Membersihkan diri – Sebelum mengganti pakaian untuk tidur, biasakan anak untuk membersihkan diri lebih dulu. ritual ini bisa dimulai dari buang air kecil yang juga dapat menjadi cara menghilangkan kebiasaan mengompol pada anak, mencuci tangan dan kaki, kemudian menggosok gigi. Usahakan agar tidak melewatkan ritual atau kebiasaan ini setiap malam agar tidur anak nyaman.
  • Mengganti pakaian – Tidur dalam keadaan bersih merupakan suatu keharusan, agar anak merasa nyaman dan tidak membawa kotoran ke tempat tidur. Walaupun anak sudah mandi sore, sebaiknya tetap biasakan untuk  mengganti pakaiannya ketika akan tidur malam. Hal ini dapat menjadi cara mengajarkan disiplin pada anak dan mengajarkan kebersihan pribadinya.
  • Berdoa – Setelah anak bersih dan memakai baju tidurnya, ajaklah mereka untuk berdoa bersama sebelum tidur. Jelaskan kepada anak bahwa berdoa sebelum tidur akan membuatnya tidur lebih tenang dan terlindungi dari mimpi buruk. Jadikan ini sebagai salah satu kebiasaan sebelum tidur yang tidak boleh terlewatkan.

Untuk mendapatkan waktu tidur yang ideal bagi anak, orang tua memang perlu mempertimbangkan banyak faktor seperti telah diuraikan diatas, yaitu penyebab dan tanda kalau anak mengalami kekurangan tidur, serta apa akibatnya jika anak kekurangan tidur yang berkualitas. Agar anak dapat merasakan tidur yang nyenyak setiap malam, maka banyak hal yang perlu diperhatikan oleh orang tua, termasuk juga kebiasaan sebelum tidur yang sangat mendukung agar anak bisa tidur nyenyak.

Sponsors Link

*Jika artikel ini bermanfaat, mohon di share ^V^!

, , , , , , , ,
Post Date: Friday 20th, January 2017 / 08:55 Oleh :
Kategori : Tumbuh Kembang