Sponsors Link

13 Tanda-Tanda Anak Kurang Gizi dan Penyebabnya

Sponsors Link

Kata gizi merupakan bahasa serapan yang berasal dari bahasa arab yaitu giza yang memiliki arti zat makan. Sedangkan dalam bahasa inggris gizi biasa disebut dengan nutrisi yang memiliki arti bahan makanan. Gizi adalah substansi organik yang dibutuhkan oleh tubuh untuk mengoptimalkan tumbuh kembang, selain itu substansi organik juga diperlukan oleh organisme guna mengoptimalkan fungsi sistem daya tahan tubuh dari berbagai virus dan bakteri.

ads

( I Dewa Nyoman Suparisa – dkk )Menjelaskan bahwa gizi adalah suatu proses organisme yang menggunakan makanan yang dimakan atau dikonsumsi secara normal melalui tahapan proses degesti, absorpsi, dan transportasi. Penyimpanan, metabolisme serta pengeluaran zat yang dianggap tidak digunakan untuk dapat mempertahankan kehidupan, pertumbuhan, dan fungsi normal dari semua organ-organ serta menghasilkan energi.

( DR. I.K.G. SUANDI, SpA ) gizi merupakan suatu bagian dari proses kehidupan dan proses tumbuh kembang anak, maka sehingga pemenihan kebutuhan gizi harus secara akurat turut menentukan kualitas untuk tumbuh kembang, dan sebagai sumber daya manusia untuk dimasa yang akan datang.

Dari beberapa pengertian tersebut dapat kita simpulkan bahwa gizi adalah proses organisme dalam makanan yang dikonsumsi secara normal dan melalui urutan atau tahap pencernaan, penyerapan, transportaso, penyimpanan metabolisme hingga pengeluaran zat gizi tersebut guna mengoptimalkan tumbuh kembang pada anak.

Untuk memenuhi semua proses tumbuh kembangnya, seorang anak membutuhkan beberapa macam gizi, diantaranya :

1. Karbohidrat

Karbohidrat adalah salah satu jenis gizi yang dapat kita temui setiap harinya. Karbohidrat bagi tubuh bukan sekedar sumber energi saja, tetapi juga untuk mengoptimalkan fungsi protein dan mengatur metabolisme lemak. Karbohidrat dengan serat tinggi juga berguna untuk memperlancar sistem pencernaan, mencegah penyakit, mempermudah penyerapan nutrisi dan membantu mencegah kerusakan jaringan otot. Makanan yang mengandung karbohidrat seperti nasi, kentang, jagung, ubi dan sebagainya. Di Indonesia karbohidrat memliki prosentase 70-75% dalam menu utama harian.

2. Lemak

Dalam masa tumbuh kembang anak, lemak bukan hanya berguna untuk membantu melarutkan vitamin dalam tubuh, tetapi lemak juga berguna untuk menghangatkan tubuh anak dari hawa dingin dan sebagai cadangan sumber energi. Dalam kesehariannya anak membutuhkan 40-65 gram lemak tergantung rentang usianya.

Lemak terbagi dalam dua jenis yaitu lemak nabati, yaitu lemak dari tumbuh-tumbuhan dan lemak hewani, yaitu lemak yang diperoleh dari hewan. Contoh lemak nabati : minyak kelapa, minyak zaitun, minyak jagung, mentega/margarin dan sari kacang kedelai. Sedangkan contoh lemak hewani : ikan, telur, daging, susu, keju dan berbagai produk olehannya. Orang tua dapat mengkombinasikan dua jenis lemak tersebut dalam kebutuhan pokok anak, namun sebaiknya lemak nabati lebih dianjurkan karena lemak nabati lebih baik dan mengandung asam lemak tak jenuh.

3. Protein

Protein adalah zat gizi yang penting dan sangat dibutuhkan oleh tubuh kita. Protein berguna untuk memelihara sel tubuh, mendukung metabolisme tubuh, meningkatkan kekebalan tubuh, memelihara kesehatan kulit, rambut dan otot serta membantu memperbaiki sel dan jaringan baru.

Protein dapat diperolah dari nabati maupun hewani. Protein nabati didapat dari tempe, tahu, kacang-kacangan dan sebagainya. Sedangkan protein hewani yang sering kita jumpai ialah ikan, keju, telur dan sebagainya. Kebutuhan protein pada setiap manusia itu berbeda-beda dan tergantung pada usianya. Pada anak-anak usia 6-12 tahun, mereka membutuhkan protein sebesar 2 gram/kg bb anak. Sedangkan bayi membutuhkan 3 gram/kg bb anak.

4. Vitamin

Vitamin ialah zat gizi yang juga sangat dibutuhkan oleh tubuh kita termasuk anak-anak. Vitamin adalah zat yang tidak dapat menghasilkan energi, namun vitamin dapat mengoptimalkan proses metabolisme pada tubuh kita, menjaga kesehatan sistem saraf dan mencegah penyakit. Tubuh memang tidak terlalu banyak membutuhkan vitamin, namun tubuh kita pada dasarnya tetap membutuhkan vitamin. Karena kandungan zat gizi dalam vitamin tidak dapat digantikan dengan senyawa lainnya. Vitamin memiliki berbagai jenis seperti vitamin A, vitamin  B, vitamin C, vitamin E dan sebagainya.

5. Mineral

Mineral adalah zat gizi yang dibutuhkan tubuh dalam jumlah yang tidak terlalu banyak. Walaupun demikian, mineral tetap sangat diperlukan oleh tubuh manusia. Mineral dalam tubuh bermanfaat untuk menjaga keseimbangan kadar air, memelihara kesehatan tulang dan menjaga metabolisme tubuh. Mineral yang dibutuhkan oleh tubuh adalah, garam yodium, garam kalium, garam belerang, garam kalsium, garam besi dan garam dapur.

6. Air

Air adalah cairan yang juga sangat penting dibutuhkan oleh tubuh anak. Air berfungsi untuk membantu mencerna makanan pada tubuh anak, selain itu air juga berfungsi sebagai sumber energi untuk anak, membantu meningkatkan sistem peredaran dalam darah dan fungsi otak, mencerahkan dan menghaluskan kulit, melawan berbagai jenis penyakit dan yang paling utama menjaga dan mengatur keseimbangan cairan dalam tubuh. Berikan air putih pada anak dengan keriteria yang bersih, tidak berwarna dan tidak berbau.

ads

Berbagai macam gizi tersebut memiliki fungsi dan perannya masing-masing dalam tubuh. Beberapa manfaat gizi yang dibutuhkan oleh tubuh anak berguna untuk :

  • Gizi berfungsi sebagai sumber energi anak, sehingga anak dapat melakukan aktivitasnya sehari-hari dengan optimal.
  • Gizi berfungsi sebagai pembentuk dan pembangun sel atau jaringan tubuh. Kecukupan gizi dapat membantu proses penyembuhan/pemulihan dan pemeliharaan saat tubuh anak sakit atau terluka, menggantikan sel yang rusak dan mempertahankan fungsi organ tubuh anak.
  • Gizi berfungsi sebagai pengatur biokimia, sehingga dapat membantu proses stimulansia pada tubuh anak.

Jika kebutuhan gizi dalam tubuh tidak terpenuhi, maka tumbuh kembang anak akan terhambat atau terganggu. Kekurangan gizi dalam ilmu medis disebut malnutrisi merupakan gangguan kesehatan yang serius. Gangguan ini terjadi akibat tubuh tidak mendapatkan gizi atau nutrisi yang baik. Sedangkan pada proses tumbuh kembang anak, nutrisi atau gizi adalah substansi yang penting untuk proses tumbuh kembang tersebut. Malnutrisi dalam tubuh akan berdampak sebagai berikut :

  • Kekurangan zat gizi seperti mineral dan vitamin khususnya pada anak dapat menimbulkan penyakit seperti beri-beri, sariawan, bibir pecah-pecah, gusi berdarah dan sebagainya.
  • Kekurangan zat gizi atau zat tenaga seperti karbohidrat dan lemak dapat menghambat tumbuh kembang pada anak.
  • Jika anak kekurangan protein, maka akan mengakibatkan gangguan bicara, kurang aktif, lemas dan sebagainya, namun efek ini hanya memiliki jangka waktu yang pendek. Sedangkan jika kekurangan protein tetap dibiarkan, maka anak akan mengalami penurunan kecerdasan dan gangguan mental.

Tanda-Tanda Anak Kurang Gizi

Anak yang mengalami gejala malnutrisi, secara umum mengalami kondisi :

  1. Berat badan tidak normal, anak yang mengalami malnutrisi akan mengalami penurunan berat badan secara tiba-tiba. Namun ada juga sebagian kasus malnutrisi yang penderitanya tetap gemuk namun masih kekurangan gizi, hal ini terjadi karena si anak mengonsumsi makanan yang tidak sehat.
  2. Mudah lelah, anak mudah rewel dan terlihat pucat, lemah dan lemas ketika menjalankan aktivitasnya. Hal ini disebabkan karena anak kekurangan zat besi.
  3. Sulit berkonsentrasi, anak malnutrisi akan mengalami gangguan konsentrasi, hal ini masih bisa diperbaiki dengan cara memberikan anak makanan yang mengandung protein tinggi.
  4. Sulit mengontrol emosi, anak malnutrisi cenderung mengalami gangguan secara emosional, mudah marah, emosi tidak terkendali.
  5. Susah menangkap informasi, anak terlihat lebih pasif, mereka kesulitan menangkap informasi atau perintah baru. Bahkan lamban atau tidak merespon sama sekali segala sesuatu yang terjadi disekitarnya.
  6. Daya tahan tubuh menurun, anak mudah sekali sakit atau kerap sakit, hal ini terjadi karena adanya penurunan kualitas dari daya tahan tubuh anak.
  7. Mudah kedinginan, dengan tidak terpenuhinya lemak yang dibutuhkan tubuh, maka tubuh anak tidak tahan/kuat melindungi dirinya dari rasa dingin.
  8. Hilang nafsu makan, anak yang tidak berselera makan atau kehilangan nafsu makannya, juga merupakan tanda anak kekurangan gizi yang dapat membuat tubuhnya kurus dan melemah.
  9. Gampang terluka, anak yang mengalami malnutrisi, biasanya mereka memerlukan proses menyembuhan luka yang lebih lama. Hal ini terjadi karena anak kekurangan zat gizi yang dibutuhkan untuk meregenerasi kulit yang luka pada anak.
  10. Gagal atau lamban dalam pertumbuhannya, biasanya anak tidak bertumbuh, baik dari segi berat badan maupun tinggi badan, atau keduanya tidak sinkron dibandingkan dengan usianya.
  11. Kulit kering, kekurangan protein juga mengakibatkan kulit kering, kusam, bersisik dan pertumbuhan rambut tipis dan berwarna merah kekuningan, mudah rontok atau patah.
  12. Kehilangan kekuatan otot, kekurangan vitamin D, menyebabkan pertumbuhan tulang anak tidak sempurna, melemah atau mengalami kelainan pada tulangnya. Anak dapat merasa nyeri pada otot atau tulang, mengecil, melemah, kehilangan kemampuan motorik, bahkan kelumpuhan. Jika hal ini dibiarkan berkelanjutan dapat menghambat pertumbuhan tinggi anak.
  13. Depresi, kekurangan gizi juga dapat membuat mental dan kejiwaan anak menjadi rapuh. Anak menjadi mudah depresi dan kehilangan semangat.

Pada anak usia kurang dari 5 tahun, mengalami malnutrisi adalah hal yang cukup berbahaya. Dan kekurangan gizi pada anak usia dibawah 5 tahun tanda-tandanya dapat dilihat dari tinggi anak dan berat badan pada anak. Oleh sebab itu bunda harus benar-benar memperhatikan asupan nutrisi yang masuk ke dalam tubuh anak.

Penyebab Tubuh Anak Kekurangan Gizi

Sponsors Link

Beberapa faktor penyebab terjadinya kekurang gizi pada anak adalah :

  1. Kekurangan zat gizi bisa saja terjadi akibat si anak kekurangan asupan makanan yang mengandung garam, gula, lemak ataupun protein. Hal ini bisa ditanggulangi dengan memberikan makanan yang memiliki nutrisi lebih pada tubuh anak.
  2. Timbulnya gangguan anoreksia nervosa. Gangguan ini sebenarnya bisa dikatakan gangguan psikologis yang mengakibatkan sipenderitanya kekurangan gizi. Hal ini biasanya sering dilakukan oleh orang-orang yang diet ketat, mereka mengunyah, menelan dan memuntahkan kembali makanan yang mereka makan. Oleh sebab itulah nutrisi dari makanan tidak dapat masuk dan terserap dengan baik kedalam tubuh.
  3. Anak terlalu sering minum soda,dapat mengakibatkan gangguan pada proses pencernaannya. Hal ini terjadi karena soda dapat menghambat penyerapan nutrisi dalam makanan, sehingga tubuh anak mengalami malnutrisi. Walaupun begitu gangguan ini dapat ditanggulangi dengan memberikan anak makanan yang bergizi tinggi, agar anak bisa mendapatkan nutrisi yang cukup.
  4. Cacingan dapat menyebabkan malnutrisi pada anak. Cacingan adalah hal yang wajar, namun hal ini bisa menjadi gangguan malnutrisi yang serius pada anak.
  5. Jarak antara anak satu dengan yang lain terlalu dekat, sehingga bunda tidak bisa memperhatikan asupan nutrisi dari makanan anak.
  6. Kuranganya pengetahuan orang tua tentang jenis gizi, manfaat gizi dan pentingnya gizi untuk anak.
  7. Kurangnya gizi anak dapat terjadi akibat kondisi ekonomi orang tua yang tidak stabil, membuat anak tidak mendapatkan makanan yang mengandung banyak nutrisi.
  8. Infeksi juga dapat membuat anak mengalami malnutrisi walaupun anak sudah diberikan makanan sehat dan bergizi.
  9. Kondisi lingkungan yang kurang sehat dapat memicu atau menimbulkan infeksi atau tertularnya penyakit pada anak. Sehingga anak sering sakit-sakitan.
  10. Penyakit bawaan yang diderita anak.

Cara Memperbaiki Gizi Anak

Jika anak menderita kekurangan gizi, maka anak dapat mengalami penurunan kecerdasan dan penurunan fungsi pada tubuh. Upaya yang harus dilakukan orang tua dalam memperbaiki gizi anak harus dilakukan dengan dengan cara yang tepat. Cara pertama dengan memastikan jika anak mengalami malnutrisi, dengan melihat tanda-tanda atau gejala yang muncul pada anak.

Carilah penjelasan tentang manfaat gizi, jenis gizi dan makanan yang mengandung gizi. Lakukan perbaikan gizi pada anak, dengan memberikan makanan yang bernutrisi tinggi. Langkah yang harus dilakukan dalam perbaikan gizi anak juga diawali dengan memperkaya pengetahuan orang tua tentang seluk beluk gizi untuk anak.

Memperhatikan kualitas dan kuantitas makanan pada anak juga menjadi hal penting. Perhatikan jumlah /porsi makanan yang diberikan pada anak, berikan anak makanan dengan porsi yang sesuai dengan umurnya. namun jangan memberikan anak makan dengan porsi yang berlebihan. Hal lain yang juga harus diperhatikan kualitas dari makanan yang diberikan pada anak. Perhatikan kandungan gizi dari asupan yang dimakan anak, dengan menganali jenis gizi yang terkandung dari makanan anak.

Selain memperhatikan kulitas dan kuantitas makanan anak, orang tua juga bisa membuat jadwal makan untuk anak. Dengan membuat jadwal makan pada anak diharapkan orang tua dapat tepat waktu dalam memberikan anak makan.

Melakukan perbaikan gizi memang hal yang penting, terutama pada anak yang mengalami gangguan malnutrisi. Memberikan gizi yang cukup untuk anak tidak harus dengan memberikan makanan yang mahal dan mengajak anak ke tempat makan yang mewah. Orang tua dapat memberikan anak makanan yang bergizi dengan membuatnya sendiri dirumah. Banyak bahan makanan dipasar tradisional yang mengandung gizi lengkap. Gizi pada anak bisa didapatkan dari sayur bayam, brokoli, sawi, tempe, tahu, dan juga dari buah-buahan.

Jika upaya orang tua tidak juga membuahkan hasil yang optimal, ada baiknya orang tua berkonsultasi kepada ahli gizi atau dokter untuk memastikan dan menangani kondisi anak agar keadaan anak tidak kian memburuk.

Cara Mengolah Makanan Agar Gizi Tidak Hilang

Dalam hal mengolah makanan, bukan hanya masalah kebersihan yang menjadi perhatian, tetapi proses atau waktu pengolahannya juga harus diperhatikan agar kandungan gizi dalam makanan tersebut tidak terbuang sia-sia atau tidak hilang. Tips dibawah ini cara mengolah makanan untuk menjaga kandungan gizinya.

  • Cuci Beras dengan air bersih sebanyak 2-3 kali, tanpa perlu harus menggosok-gsok atau meremas beras, karena beberapa vitamin dalam beras mudah larut dan hilang.
  • Cucilah sayuran sebelum dipotong, masak sayuran dengan air bersih dan jangan biarkan sayur terlalu lunak/over cook.
  • Cucilah buah dengan air bersih, berikan buah pada anak dalam keadaan sudah bersih dan segar.
  • Masaklah ikan hingga benar-benar memiliki kematangan yang sempurna. Jika ingin menggoreng ikan atau daging, usahakan tidak menggorengnya terlalu kering agar kandungan nutrisinya tidak hilang.
  • Gunakan alat memasak yang bersih dan setelah menggunakan alat masak sebaiknya langsung dicuci agar tidak menimbulkan bakteri atau jamur pada alat tersebut.

Mengolah, mengatur dan menjaga nutrisi atau gizi dalam makanan untuk anak butuh ketelitian. Orang tua harus pandai-pandai mengoptimalkan anak dengan makan yang dapat memenuhi kebutuhannya. Bukan hanya sayuran dan buah setiap hari, air juga dibutuhkan tubuh anak agar tidak mengalami dehidrasi.

Itulah uraian mengenai tanda tanda anak kurang gizi, semoga bahasan diatas bermanfaat.

Sponsors Link

*Jika artikel ini bermanfaat, mohon di share ^V^!

, , , , , , , , , , , , , , ,
Post Date: Sunday 29th, January 2017 / 07:15 Oleh :
Kategori : Gizi dan Nutrisi