Sponsors Link

12 Cara Mudah Mendidik Anak untuk Minta Maaf

Sponsors Link

Meminta maaf merupakan hal yang sulit dilakukan oleh banyak orang, tak terkecuali anak-anak. Orang dewasapun cenderung membutuhkan waktu lama untuk meminta maaf, padahal meminta maaf adalah suatu perbuatan mulia yang terpuji. Kebiasaan meminta maaf perlu ditumbuhkan sejak masih anak-anak karena meminta maaf adalah salah satu ciri karakter bijak dan baik. Maka, orang tua memiliki tanggungjawab besar untuk mendidik anaknya agar tumbuh menjadi pribadi yang bijaksana dengan berbesar hati meminta maaf untuk kesalahan yang dilakukannya.

ads

Mudah meminta maaf akan membuat anak diterima oleh lingkungan pergaulannya dengan baik. Ia juga akan disenangi dan mudah membaur dengan orang lain. Menumbuhkan karakter dan kepribadian mudah meminta maaf pada anak harus dimulai sejak dini untuk memastikan anak tumbuh menjadi pribadi penyayang dan santun yang akan terbawa hingga ia dewasa kelak. Berikut ini adalah beberapa tips dan cara mudah mendidik anak untuk minta maaf yang dapat orangtua terapkan di rumah, dan menjadikan hal itu sebagai bagian dari karakter anak sehari-hari.

Tips Mengajari Anak agar Mau Meminta Maaf

Meminta maaf harus ditanamkan sejak dini agar menjadi kebiasaan yang baik pada anak dan membentuk karakternya lebih bijaksana dan welas asih. Dengan meminta maaf, sungguh banyak manfaat dan hal-hal baik yang akan datang di kehidupan anak baik saat ini maupun di masa yang akan datang. Cara-cara di bawah ini bisa diterapkan untuk mengajarkan anak agar mau meminta maaf dan menjadi kebiasaan yang baik baginya sejak kecil.

  1. Mengenalkan Sejak Kecil

Cara paling mudah dan tepat untuk mendidik anak agar mau meminta maaf adalah mengenalkannya sejak kecil, bahkan sejak pertama kali anak mampu berbicara dan berinteraksi dengan lingkungannya. Saat anak melakukan kesalahan yang tak disengaja maupun disengaja, ajarkan anak untuk mengucapkan kata maaf. Awalnya mereka memang belum bisa memahami makna sebenarnya, namun memori itu akan tersimpan di otak anak dan terekam hingga mereka mampu memahaminya.

Saat anak mulai tumbuh besar dan daya nalarnya mulai bertambah, berikan pemahaman lebih lanjut tentang makna dari kata maaf yang harus ia ucapkan saat ia berbuat kesalahan. Beri contoh pada anak bagaimana cara yang tepat untuk menunjukkan penyesalannya dan menebus kesalahannya tersebut.

  1. Mulai dari Kebiasaan Keluarga

Menurut teori psikologi anak, anak adalah peniru yang ulung. Otaknya dirancang untuk menyerap dengan cepat dan menirukan hal-hal dan perilaku yang ia saksikan dari keluarga dan lingkungan sekitarnya. Oleh karena itu, sebagai orangtua, Anda adalah kunci utama teladan anak dalam menerapkan kata maaf. Minta maaflah dengan tulus bila Anda melakukan kesalahan pada siapapun dan usahakan anak melihat secara langsung saat Anda mengucapkan kata maaf itu.

Hal ini sangat bermanfaat untuk mengajarkan pada anak tentang sikap yang baik saat meminta maaf. Ajarkan pada anak bahwa meminta maaf bukan merupakan tanda bahwa ia lemah, namun justru kekuatan besar untuk membentuk kepribadiannya menjadi orang yang baik dan bijaksana. Dengan mencontohkan secara nyata, anak akan lebih terbiasa untuk meminta maaf dengan spontan saat ia melakukan kesalahan.

  1. Ajari Anak Meminta Maaf dari Hal-Hal Kecil yang Tak Sopan

Mendidik anak untuk mengucapkan kata maaf memang tidak bisa dilakukan secara cepat. Anda tidak dapat mengharapkan anak bisa berperilaku sopan dan meminta maaf dalam waktu singkat. Dibutuhkan waktu agar anak Anda paham sepenuhnya karena sejatinya ia pun masih anak-anak yang kemampuan nalar berpikirnya belum sebaik orang dewasa.

Yang paling tepat untuk dilakukan adalah mengajari dan memberikan stimulus yang terus-terusan pada anak untuk meminta maaf dimulai dari kesalahan-kesalahan kecil dan sepele yang dilakukannya. Ajarkan pada anak bahwa ia melakukan hal yang tidak sopan dan ia harus meminta maaf karenanya. Contohnya, saat sedang makan bersama dan anak bersendawa keras atau buang gas, beritahu anak bahwa tindakan itu tidak sopan. Lalu bimbing ia untuk mengucapkan kata maaf. Dengan memulai dari hal kecil, pada akhirnya anak akan terbiasa meminta maaf untuk hal-hal besar berikutnya.

  1. Cari Tahu Alasan kenapa Anak Sulit Meminta Maaf

Ada kalanya, anak juga berlaku seperti orang dewasa yang merasa gengsi dan enggan meminta maaf. Hal ini wajar karena setiap manusia tentu memiliki sisi ego pribadi. Yang harus Anda lakukan adalah mencari tahu sebab musabab mengapa anak enggan meminta maaf. Bisa jadi itu bukan mutlak karena mereka merasa gengsi, namun memang anak Anda tidak bersalah dan ia merasa tertekan bila harus meminta maaf untuk sebuah kesalahan yang tidak dilakukannya. Dengarkan penjelasan anak dengan sabar dan jangan keburu marah terhadapnya. Buatlah anak nyaman saat berkomunikasi dengan Anda agar ia dapat mengungkapkan isi hatinya.

Jika anak berhasil menceritakan perasaannya, Anda harus bersikap netral dan bijaksana. Sebagai orangtua, tentulah anak berharap untuk memperoleh rasa nyaman saat bercerita pada Anda. Setelah Anda mengetahui penyebabnya, dampingilah anak dengan sabar dan teruslah memberi stimulus nasehat padanya bahwa meminta maaf adalah suatu perbuatan terpuji yang disukai Tuhan dan orang lain.

  1. Beri Apresiasi pada Anak Saat Ia Mau Minta Maaf

Anak-anak adalah makhluk spesial yang cerdas. Perasaannya juga masih sangat halus dan murni. Sejatinya, anak Anda telah melakukan tindakan yang hebat tatkala ia mau minta maaf untuk kesalahan yang ia lakukan. Hal ini tidak mudah bagi anak karena keterbatasan daya nalarnya, maka sangat penting bagi orangtua untuk memberikan perhatian lebih dan apreasiasi saat anak berhasil meminta maaf untuk kesalahannya.

Memberikan apresiasi bisa bermacam-macam bentuknya. Namun, yang terpenting adalah hindari memberikan hadiah atau hal-hal material lainnya karena hal itu justru memicu anak untuk memiliki pemikiran bahwa dia akan mendapatkan apa yang diinginkan bila ia mau minta maaf. Tanamkan pada anak bahwa meminta maaf haruslah dilakukan dengan tulus dan ikhlas tanpa pamrih apapun. Memberikan pujian lewat kata-kata dan pelukan lembut ungkapan sayang adalah ekspresi apresiasi yang paling tepat dilakukan pada anak.

  1. Beri Pemahaman Bahwa Meminta Maaf Adalah  Sebuah Kebanggaan

Setiap manusia dilahirkan dengan ego, maka sangat wajar bila ada orang yang sangat sulit meminta maaf karena ia berpikir bahwa harga dirinya akan jatuh. Padahal, yang terjadi justru sebaliknya. Dengan meminta maaf, harga diri kita akan naik berlipat-lipat dan menimbulkan sebuah kebanggan bagi diri sendiri dan orang lain. Hal ini tentu belum sepenuhnya dipahami oleh anak di usia berpikirnya sekarang. Namun, perlahan seiring dengan kedewasaan anak, ia akan mampu menyerap dan memahami esensi pembelajaran tentang meminta maaf yang Anda ajarkan padanya sejak ia masih kecil.

Beri pemahaman bahwa sikap meminta maaf secara tulus akan membawanya pada sebuah perasaan bangga yang begitu besar dan tak dapat dikukur oleh apapun. Ajarkan anak untuk berpikir bahwa meminta maaf dapat membuat semua masalah yang paling runyam sekalipun akan berakhir damai dan membahagiakan. Tunjukkan juga pada anak bahwa jika ia meminta maaf, orang lain justru akan berbalik sangat menghormati dia dan memberikan sepenuhnya rasa cinta dan kasih pada dirinya. Begitu banyak manfaat yang akan ia peroleh, pastikan ia tahu hal ini agar dia makin mengerti dan termotivasi.

  1. Tumbuhkan Rasa Empati

Sponsors Link

Menyesuaikan dengan daya pikir dan nalar anak, mendidik anak untuk meminta maaf memang akan lebih mudah bila dilakukan dengan contoh nyata dan dialog yang komunikatif. Sebagai contoh, saat anak melakukan kesalahan dengan merebut mainan temannya hingga temannya menangis, dekati anak Anda. Jangan marahi ia karena hal itu akan menimbulkan trauma yang buruk padanya kelak. Ajak anak berdialog dan beranalogi, bagaimana rasanya bila ia yang direbut mainannya. Tanyakan padanya, apakah ia merasa nyaman bila mainannya diambil sedangkan ia amat menyukai mainan itu. Beri waktu pada anak untuk menjawab.

Mungkin anak tidak akan langsung memahami efek tindakannya dan bisa jadi ia akan mengulanginya lagi di kemudian hari. Disinilah peran Anda sebagai orangtua untuk memberikan pemahaman pada anak secara terus menerus dan berkesinambungan. Dengan memberikan stimulus pada anak secara teratur, lama kelamaan tentu akan tumbuh rasa empati di hatinya yang mencegahnya untuk tidak melakukan kesalahan yang sama dan lebih ringan hati mengucapkan kata maaf.

  1. Beri Dorongan Lewat Kalimat Afirmatif

Anak akan jauh lebih termotivasi untuk memiliki kemampuan meminta maaf dengan spontan bila ia dididik dengan kalimat-kalimat afirmatif yang bersifat mendorongnya. Contohnya, saat anak bertengkar dengan temannya dan membuat temannya menangis, dorong ia dengan kalimat-kalimat seperti “Ibu tahu kamu tidak bermaksud membuat temanmu menangis. Kasihan dia pasti sedih. Bagaimana kalau kamu meminta maaf?”, atau “Ibu bangga sekali jika kamu mau meminta maaf pada Ayah karena telah merusakkan dompetnya”.

Anak akan otomatis merekam setiap perkataan afirmatif Anda dan menyimpannya sampai ia dewasa nanti. Dorongan dari orangtuanya akan membuat anak merasa bahwa dirinya akan lebih disayang oleh orang lain jika dia berani meminta maaf dan mengakui kesalahannya. Kalimat afirmatif juga membantu anak untuk mengembangkan kemampuan berpikirnya dan melatih kecerdasan emosionalnya supaya lebih terasah lebih jauh lagi.

  1. Beri Contoh Aneka Cara Meminta Maaf

Banyak hal yang bisa diajarkan pada anak seputar meminta maaf, namun yang paling penting adalah memberi contoh pada anak bagaimana cara meminta maaf yang baik. Ajarkan pada anak bahwa cara yang paling baik untuk meminta maaf ada banyak macamnya, diantaranya yaitu dengan bersalaman tangan, memeluk temannya, menyentuh bahunya, mengiriminya ucapan maaf lewat SMS atau media sosial, meneleponnya, dan lain sebagainya.

Dengan memberi contoh cara-cara meminta maaf yang baik, pada akhirnya anak akan tahu dan kelak bisa menyesuaiakan mana cara meminta maaf yang paling tepat dan cocok untuk diterapkan di situasi yang akan dihadapinya kelak. Anak dengan sendirinya akan menemukan ide dan orang tua hanya bertugas mengarahkannya saja.

  1. Beri Toleransi Waktu pada Anak

Meminta maaf dengan seketika memang baik, namun acapkali cara itu kurang tepat diterapkan di situasi-situasi tertentu. Bila anak melakukan kesalahan, berikan pengertian padanya bahwa ia harus sesegera mungkin meminta maaf pada orang yang disakitinya, namun ia harus paham juga kapan waktu yang tepat. Hal ini dimaksudkan agar ia paham sepenuhnya akan kejadian yang sedang terjadi dan memikirkan dampaknya bagi kehidupan dia dan orang disekitarnya.

Tenggat waktu sangat penting dilakukan agar baik anak yang melakukan kesalahan juga dapat mencerna dan memahami bahwa tindakannya salah. Bila anak sudah dapat mencerna dengan baik dan terlihat siap, maka Anda selaku orangtua juga bisa menjadi perantara sekaligus membantu anak untuk mengucapkan kata maaf dan menyelesaikan masalah atas kesalahan yang telah dilakukannya.

  1. Berikan Motivasi

Kadang kala anak enggan meminta maaf karena anak merasa dirinya tidak bersalah. Dengarkan alasan anak terlebih dahulu. Setelah itu bimbing anak, meminta maaf bukan berarti harus benar ataupun salah. Mengalah untuk sebuah kebaikan bukankah itu terpuji? Tanamkan sikap rendah diri dan toleransi kepada anak. Sehingga anak menjadi pribadi yang peka dan peduli terhadap lingkungan sekitarnya.

  1. Tanamkan Keberanian pada Diri Anak

Terlepas dari benar atau salah, untuk mengungkapkan suatu permintaan maaf juga dibutuhkan keberanian dan jiwa yang besar. Anak mungkin merasa takut untuk meminta maaf, atas sebuah kesalahan yang dilakukannya. Apalagi jika itu yang pertama kali anak melakukannya. Orang tua dapat menemani anak untuk meminta maaf sehingga menumbuhkan rasa keberanian dan percaya dirinya.

Memahami Pentingnya Mengajarkan Perilaku Minta Maaf pada Anak

Selain mengajarkan anak untuk mau meminta maaf, sebagai orangtua, penting juga kiranya untuk memahami mengapa meminta maaf dapat memberikan efek yang begitu besar dan baik bagi tumbuh kembang dan kepribadian anak. Untuk itu, perlu dipahami bahwa meminta maaf memiliki banyak manfaat tidak hanya bagi anak namun juga bagi orangtua, orang-orang terdekat dan lingkungan sekitarnya.

Dewasa ini, orangtua cenderung lebih banyak yang melupakan pendidikan karakter pada anak. Salah satunya mengajari anak agar mau meminta maaf setiap ia melakukan kesalahan. Orangtua modern cenderung lebih praktis dan fokus tertuju pada urusan akademik dan pencapaian anak saja. Orangtua berlomba agar anaknya menjadi paling pintar, paling sering juara dan paling memiliki banyak bakat, namun lupa untuk berlomba agar anaknya menjadi paling baik dan berperilaku positif pada orang lain. Maka, melatih anak untuk meminta maaf adalah salah satu cara dasar yang harus diterapkan pada anak agar ia tidak hanya menjadi pribadi yang pintar secara akademik namun juga cakap dalam kebaikan sosial.

ads

Manfaat Melatih Anak untuk Meminta Maaf

Meminta maaf memang bukan hal yang mudah bagi anak. Dibutuhkan proses sampai ia memahami betul bahwa meminta maaf adalah perbuatan baik yang dipuji Tuhan.Berikut manfaat bagi anak ketika ia dilatih oleh orangtuanya untuk mampu meminta maaf.

  1. Melatih Kepekaan Empati

Setiap orang tua tentu mendambakan memiliki anak yang memiliki rasa empati tinggi dan berkarakter welas asih terhadap sesamanya. Dengan mengajarkan anak untuk mau meminta maaf sejak dini, secara langsung karakter welas asih dan kepekaan sosialnya akan terbentuk dengan baik.

  1. Melatih Keberanian

Meminta maaf adalah hal yang sulit. Oleh karena itu, bila anak mampu untuk melakukannya, itu adalah sebuah media pembelajaran tentang tindakan keberanian yang patut diacungi jempol. Meminta maaf akan mengasah sensitifitas anak terhadap rasa takutnya lebih dalam lagi. Dengan begitu, anak akan tumbuh menjadi pribadi yang pemberani dan tegas dalam menentukan setiap keputusan di hidupnya.

  1. Melatih Interasi Sosial

Anak yang mau meminta maaf tentu memiliki pribadi yang baik. Pribadi yang baik tentu akan jauh lebih mudah diterima di lingkungan social dan masyarakat. Keluwesan anak untuk berinteraksi dengan lingkungannya juga akan meningkat pesat bila ia memiliki kebiasaan untuk mau meminta maaf terhadap kesalahan yang dilakukannya.

  1. Menjadi Teladan yang Baik bagi Sekitar

Siapa yang tak bangga memiliki anak dengan kepribadian baik dan dicintai banyak orang? Tentu saja semua orangtua akan merasa bangga bila anaknya mampu menjadi contoh yang baik bagi teman dan orang-orang disekitarnya. Sikap meminta maaf adalah salah satu contoh sikap terpuji yang akan membuat anak disukai dan dijadikan contoh teladan bagi orang-orang disekitarnya.

  1. Menghindari Konflik Berkepanjangan

Setiap orangtua pasti menginginkan memiliki anak yang selalu memiliki hubungan baik dengan sesamanya. Dengan mengajarkan anak meminta maaf sejak dini, anak akan berlatih untuk dapat bersosialisasi dengan baik dan pada akhirnya hubungannya dengan lingkungan sekitar pun akan berjalan lancar dan senantiasa harmonis.

  1. Membentuk Kepribadian yang Sabar dan Pengalah

Anak yang mau meminta maaf lebih dahulu, terlepas apakah ia sungguhan bersalah atau tidak, cenderung memiliki sifat yang sabar dan pengalah. Sifat sabar dan pengalah ini saat diperlukan kelak saat ia dewasa agar ia senantiasa dilimpahi cinta kasih dari teman-teman dan keluarga yang sangat menyukai sifatnya tersebut.

  1. Mengarahkan Anak untuk Hati-Hati dalam Bertindak

Anak yang dididik dalam pola asuh yang bijaksana dan berani mengakui kesalahannya serta meminta maaf, akan menjadikan suatu peristiwa sebagai pelajaran yang sangat berarti dalam hidupnya. Oleh karena itu, dengan membiasakan anak meminta maaf sejak dini, anak akan memiliki kemampuan untuk menyaring setiap tindakannya agar ia lebih berhati-hati dan tidak mengulangi kesalahan yang sama.

Demikian beberapa cara mudah mendidik anak untuk minta maaf yang dapat Anda tiru dan terapkan pada buah hati tercinta Anda agar ia terbiasa untuk mau meminta maaf atas setiap kesalahannya sejak kecil. Jangan putus asa dan lelah mengajarkan hal-hal yang baik pada anak karena hal itu sangat diperlukan sebagai investasi karakternya saat ia dewasa kelak. Selamat mendidik anak dengan hati gembira dan penuh cinta!

Sponsors Link

*Jika artikel ini bermanfaat, mohon di share ^V^!

, , , , , , , ,
Post Date: Saturday 14th, January 2017 / 06:25 Oleh :
Kategori : Pendidikan