Sponsors Link

12 Cara Meningkatkan Rasa Percaya Diri Anak Sejak Dini

Sponsors Link

Anak yang memiliki kepercayaan diri tinggi cenderung meraih keberhasilan lebih tinggi dalam melakukan hal apapun dalam hidupnya. Rasa percaya diri yang baik inilah yang harus ditanamkan dan dibangun sejak dini. Kebanyakan orang tua baru menyadari anaknya kurang percaya diri saat sang anak sudah memasuki usia pra-sekolah. Anak akan tampak pemalu, ragu-ragu dan bahkan takut untuk beraktivitas bersama teman-temannya tanpa ditemani orang tua. Untuk meningkatkan rasa percaya diri pada anak, orang tua harus menerapkan pola asuh yang bersifat membangun rasa percaya diri sejak dini.

ads

Pola Asuh Meningkatkan Rasa Percaya Diri Anak

Kepercayaan diri pada anak harus ditanamkan sejak dini melalui pola asuh dan dorongan orang tua serta lingkungan sekitar untuk membantu anak memiliki rasa percaya diri yang besar. Percaya diri adalah modal penting bagi anak untuk mampu beradaptasi dengan baik di sekolah maupun lingkungan sosial disekitarnya. Menerapkan pola asuh yang tepat adalah suatu hal utama dimana anak dapat mengeksplorasi kemampuan dirinya sehingga ia dapat berkembang menjadi pribadi yang kreatif dan cerdas.

Setiap orang tua pasti menginginkan anak-anaknya dapat menjadi orang yang penuh empati, bahagia, memiliki harga diri yang tinggi, memiliki kemampuan yang baik dalam bidang yang mereka geluti serta jujur. Semua sifat-sifat ini tidak akan dapat terbentuk dalam diri anak bila tidak ada fondasi kepercayaan diri yang kuat sejak dini yang ditanamkan dalam diri anak. Membangun rasa percaya diri pada anak sebaiknya dimulai dengan kesadaran orang tua untuk memahami bahwa sejatinya rasa percaya diri bersumber dari dalam diri anak masing-masing. Setiap anak dilahirkan dengan dasar kepercayaan diri yang belum terasah. Tugas orang tualah yang harus memberikan stimulasi dan motivasi pada anak untuk dapat yakin akan kemampuan diri masing-masing.

Sebagai orang tua, pahamilah bahwa anak pasti mampu untuk melakukan hal apapun, asal dirinya percaya bahwa dirinya bisa. Ketika seorang anak percaya bahwa ia mampu melakukan sesuatu, secara otomatis ia akan benar-benar mampu melakukannya. Meski ia gagal, ia pasti akan terus mencoba sampai bisa karena ia tahu dan yakin bahwa ia bisa. Berbeda halnya jika anak tidak memiliki rasa percaya diri yang kuat, sekali dia gagal, dia akan mudah berputus asa dan kecil kemungkinan dia ingin mencoba kembali.

Cara Meningkatkan Rasa Percaya Diri Anak Sejak Dini

Jika orang tua ingin membantu anak untuk meningkatkan rasa percaya dirinya sejak dini, berikut beberapa strategi yang bisa dicoba untuk diterapkan pada anak :

  1. Perlihatkan Kesan yang Positif

Langkah pertama adalah buat anak merasa bahwa ia berharga dan ia dibanggakan oleh kedua orang tuanya. Berikan persepsi dan kesan pada anak bahwa sebagai orang tua, Anda sangat percaya dan bangga pada kemampuannya bahkan termasuk untuk hal-hal yang sepele. Tanamkan kesan ini saat berinteraksi dengan anak agar ia tahu dan yakin bahwa dirinya dipercaya.

  1. Menjadi Teladan Positif bagi Anak

Anak adalah duplikat dan fotokopian orang tua. Anak akan meniru perilaku dan sifat orang-orang di dekatnya pada masa tumbuh kembangnya sehingga sangat penting bagi orang tua untuk menerapkan citra diri yang baik.

  1. Stimulasi Anak untuk Berani Tampil di Depan Publik

Salah satu cara meningkatkan rasa percaya diri anak yang paling jitu adalah dengan mendorongnya supaya berani menunjukkan aksi atau bakatnya di depan banyak orang. Ajari dan motivasi anak untuk mau mempertunjukkan kemampuannya seperti bernyanyi, berhitung, bercerita, bermain alat musik, berolahraga atau hal-hal lainnya. Interaksi yang intens dengan orang lain dapat mengasah keberanian dan rasa percaya diri pada anak dengan drastis.

  1. Disiplin

Cara meningkatkan rasa percaya diri anak lainnya yaitu dengan cara mengajarkan disiplin pada anak. Disiplin menjadi poin penting dalam pola asuh anak agar anak terbiasa memiliki aturan dan rambu-rambu dalam melakukan hal apapun di kehidupannya kelak. Menerapkan perilaku disiplin juga dapat memicu makin berkembangnya rasa percaya diri pada anak karena anak akan lebih merasa hidupnya teratur dan menyenangkan.

  1. Tingkatkan Hubungan Emosional dengan Anak

Sesibuk apapun Anda bekerja, pastikan Anda tetap memiliki waktu yang cukup untuk bermain, berinteraksi dan menemani anak Anda belajar dalam proses tumbuh kembangnya. Menjaga kedekatan dengan anak adalah salah satu cara tepat untuk menumbuhkan rasa percaya diri karena anak akan merasa bahwa dirinya aman, terlindungi dan disayangi oleh kedua orangtuanya.

  1. Berikan Kata-Kata Afirmasi Positif

Usia anak pada periode rentang usia 1-3 tahun adalah masa-masa pertumbuhan emas yang merupakan waktu paling tepat untuk menerapkan pola asuh yang mendidik anak untuk memiliki rasa percaya diri yang tinggi. Berikan kata-kata positif yang bisa menstimulasi rasa percaya dirinya dan terus motivasi anak untuk mau melatih ketrampilannya dalam upaya menunjukkannya di depan umum.

  1. Jaga Komunikasi dan Gali Informasi ke Anak

Kadangkala, anak sudah mampu untuk merasakan rasa takut dan tertekan dalam hal-hal tertentu di interaksi sosialnya. Peran orang tua amatlah penting untuk membangun komunikasi yang efektif agar anak mampu mengekspresikan rasa tidak nyaman dan kebingungannya. Bila anak sudah mampu mengungkapkan perasaannya, gali informasi hal apakah yang membuat anak merasa tak yakin dengan kemampuan dirinya sendiri.

  1. Salurkan Anak ke Aktivitas yang Ia Sukai

Beberapa anak mungkin dilahirkan dengan suara yang bagus, tubuh yang lentur untuk menari, kosakata yang baik untuk bercerita, atau struktur tulang dan otot kuat yang bisa membuatnya menjadi atlet hebat. Cari tahu apa bakat alami anak Anda dan bantu anak agar ia banyak terlibat dalam kegiatan yang menyenangkan baginya. Apapun kesukaan anak Anda selama itu baik, dukung dan bantulah ia agar dapat mengeksplorasi dan belajar sejak dini. Bila orang tua mendukung anak dengan hal yang disukainya, anak akan merasa bahwa ia dicintai dan dipercaya sehingga rasa percaya dirinya pun akan makin terasah.

Sponsors Link

  1. Ajarkan Empati dan Lapang Dada pada Kemampuan Orang Lain

Ajarkan pada anak bahwa semua orang pasti memiliki kemampuan dan kelebihan masing-masing. Tanamkan bahwa dalam kehidupan, semua orang haruslah saling mendukung dan membaur satu sama lain bukannya saling iri, benci dan ingin mengalahkan atas kelebihan yang orang lain miliki. Menanamkan rasa percaya diri pada anak juga harus disertai dengan pengertian bahwa akan selalu ada orang lain di luar sana yang memang lebih baik dari anak Anda, namun ia tak perlu takut atau minder. Katakan bahwa semua orang sudah memiliki pilihan dan jalan hidupnya masing-masing sehingga yang paling penting adalah saling mendukung dan toleransi.

  1. Tanamkan Kebiasaan pada Anak untuk Memperhatikan Hal-Hal Kecil

Banyak orang yang berhasil mencapai kekayaan dan kesuksesan, namun melupakan dan abai pada hal-hal kecil yang ada disekitarnya. Ajari anak untuk lebih memperhatikan hal-hal kecil yang positif dalam hidupnya untuk dapat mengimbangi rasa percaya diri yang bila tak terkontrol dapat berakibat pada rasa sombong dan takabur.

  1. Ajari Anak untuk Menetapkan Cita-citanya

Menjadi manusia pertama di Planet Mars, menjadi balerina terkenal di kancah intenasional, atau menjadi Presiden adalah cita-cita yang ambisius dan menunjukkan betapa kreatif dan imaginatifnya anak Anda. Terima setiap bayangan imajinasi anak, lalu berikan gambaran dan nasehati mereka gambaran yang realistis dalam diri mereka serta kemampuan yang mereka memiliki. Memupuk rasa percaya diri akan kemampuannya menggapai cita-cita bisa dimulai dengan membimbing mereka menentukan akan menjadi seperti apa mereka kelak. Bantu anak menetapkan tujuan-tujuan dan cita-cita yang bersifat jangka pendek di hidupnya dan ajarkan bahwa ia harus bekerja keras agar bisa meraihnya.

  1. Daftarkan Anak di Kelas yang Banyak Melibatkan Kegiatan Fisik

Pikiran dan mental yang sehat berada di dalam tubuh yang sehat. Kegiatan fisik semisal berolahraga atau bermain bersama teman-teman sebayanya di alam akan sangat membantu anak untuk memiliki rasa percaya diri yang tinggi dan kontrol emosi yang baik. Keuntungan dari beraktivitas fisik ini adalah anak bisa memiliki waktu untuk bergaul dan berinteraksi dengan banyak orang sehingga perlahan percaya diri dan kontrol dirinya pun akan meningkat dengan baik. Awasi anak Anda sambil memberi motivasi padanya agar dia tak perlu ragu dan cemas untuk berbaur dan bermain bersama banyak orang.

Pentingnya Menanamkan Rasa Percaya Diri Sejak Dini

Menanamkan rasa percaya diri sejak anak masih berusia dini memang merupakan sebuah proses yang bertahap. Proses ini membutuhkan banyak tahapan-tahapan dari mulai tahapan kecil hingga ke tahapan yang besar. Salah satu sebab mengapa anak kurang memiliki rasa percaya diri adalah ketakutan dan keyakinan buruk yang ada di pikirannya bahwa ia tidak bisa. Hal ini sangat berkaitan dengan pola asuh orang tua di masa awal pertumbuhannya. Saat anak berumur 6 tahun dan dia belajar naik sepeda lalu ia terjatuh dan takut untuk mencoba lagi, hal ini adalah imbas dari pola asuh yang dilakukan orang tuanya semasa kecil.

Sebagai orang tua, berlaku tegas dan membantu anak untuk menyadari dan mengarahkan ketakutan mereka adalah hal yang benar. Mereka juga harus dibimbing agar dapat mengatasi rasa takut itu dan mengolahnya menjadi sebuah kekuatan besar di dalam diri mereka. Terkadang, anak lebih merasa tidak percaya diri dan takut akibat tekanan dan reaksi sosial seperti ditertawakan teman-temannya saat jatuh atau diejek saat ia tidak bisa berenang. Dalam kasus ini, beri pengertian pada anak bahwa tidak perlu memperdulikan ejekan teman-temannya. Ajak anak untuk berlatih sepeda atau berenang di tempat terpisah dan tidak ada teman-temannya sehingga anak akan merasa lebih aman dan percaya diri lagi untuk berani melakukan hal yang pernah gagal ia lakukan.

Dalam hal membangun atau cara meningkatkan rasa percaya diri anak, sekolah skating telah menerapkannya dengan baik dan orang tua mungkin bisa mencontoh hal ini. Di sekolah skating, instruktur akan mengatakan pada anak didiknya bahwa dalam berlatih skating mereka pasti akan terjatuh. Bagi pemula, mendengar kata “jangan sampai jatuh”, atau “hati-hati”, tentu membuat nyali ciut dan bisa menurunkan rasa percaya diri. Di sekolah skating berbeda, si instruktur akan menekankan sejak awal tentang resiko yang akan dihadapi dan memberikan petunjuk serta alat pelindung bila si murid terjatuh. Hal ini mendidik anak bahwa kegagalan bukanlah sesuatu yang harus ditakuti. Bila tetap memiliki rasa percaya diri, anak akan mudah bangkit dari kegagalan dan belajar lagi untuk dapat mencapai keberhasilan.

Dalam perkembangan pola asuh mendidik anak agar memiliki rasa percaya diri tinggi, orang tua harus tahu dan memahami betul bahwa rasa percaya diri dapat mengantarkan anak untuk meraih kesuksesan dalam hidupnya. Berikut adalah manfaat yang diperoleh bila anak telah diajari untuk memiliki rasa percaya diri sejak dini:

  • ads
    Anak tidak akan pernah takut mencoba hal baru di hidupnya dan selalu merasa tertantang.
  • Anak akan memahami bahwa kegagalan bukanlah suatu hal yang harus ditakuti melainkan kesempatan untuk memperbaiki kesalahan dengan usaha yang lebih baik.
  • Anak terbiasa untuk tidak ragu melakukan hal apapun selama itu baik dan bertanggungjawab.
  • Anak akan mampu bekerja keras untuk mencapai tujuan hidupnya karena dia tahu dia bisa meraihnya.
  • Anak memiliki tujuan dan visi hidup yang jelas sejak ia masih belia.
  • Anak berani mengutarakan pendapatnya dan memperbaiki hal-hal yang salah di lingkungan sekitarnya.
  • Anak berpotensi menjadi pemimpin yang teladan.
  • Anak akan memiliki pergaulan luas dan disenangi banyak temannya.
  • Anak bisa menyesuaikan diri dengan cepat di lingkungan yang baru.
  • Anak memiliki empati dan kepekaan lebih akan kondisi sosial di sekitarnya.

Kritik sebagai Pendorong Kepercayaan Diri Anak

Menyampaikan kritik seringkali disalahartikan dan tidak dipahami dengan baik oleh orang tua. Kritik memang sangat diperlukan oleh anak karena anak juga harus tahu bahwa terkadang ada hal yang tidak baik yang dilakukannya. Namun, kritik harus disampaikan dengan cara yang tepat agar tidak menurunkan rasa percaya diri anak yang sudah susah payah Anda tanamkan pada anak sejak dini.

Secara ringkas, berikut cara menyampaikan kritik yang baik ke anak agar tidak membuat rasa percaya dirinya hilang dan ia mampu untuk memahami kesalahannya:

  • Dorong anak untuk berpikir dan bertanya pada dirinya sendiri, sudah benarkah tindakannya, benarkah tidak ada orang lain yang dibuatnya sedih, benarkah lingkungan sekitarnya merespons dengan baik ucapan atau perilakunya? Ajak anak berpikir dan merenung tentang apa yang sudah mereka lakukan sebagai upaya awal introspeksi diri.
  • Komunikasikan kritik Anda pada anak dengan cara berinteraksi langsung berdua dengannya sambil menatap matanya. Kritik yang terbaik adalah kritik yang disampaikan sebagai nasihat lembut tanpa harus ditonton oleh orang banyak.
  • Ciptakan suasana yang nyaman dan kondusif saat hendak menyampaikan kritik pada anak. Sedewasa apapun anak Anda, ia tetaplah masih anak-anak yang kadang kontrol emosinya masih belum teratur. Ajak anak berdiskusi ringan sebelum Anda menyampaikan kritik dan buatlah ia nyaman terlebih dahulu dengan isi pembicaraan bersama Anda.
  • Sampaikan kritik dengan diplomatis dan bahasa yang sederhana. Tanamkan pada anak bahwa apa yang Anda katakan semata demi kebaikannya dan sekaligus bentuk rasa sayang Anda padanya.

Apresiasi Anak Bila Sudah Memiliki Rasa Percaya Diri

Saat anak Anda telah berhasil menerapkan rasa percaya diri yang baik dalam dirinya, sebagai orang tua, Anda tentu akan merasa lega dan bangga. Untuk makin menyemangati anak dan menunjukkan kebanggan Anda padanya, silakan memberi apreasi pada anak dengan hal-hal yang simpel namun bermakna seperti di bawah ini:

  1. Beri pelukan hangat dan ciuman pada anak tiap kali dia berhasil melakukan suatu hal baru dan dia tidak merasa takut saat melakukannya.
  2. Ceritakan pada anak secara lisan bahwa ia telah berhasil membuat hati Anda senang dan bangga.
  3. Ceritakan pada keluarga terdekat seperti kakek atau neneknya tentang pencapaian yang berhasil digapai anak berkat rasa percaya dirinya. Ingat, hanya keluarga terdekat supaya anak tidak salah tangkap dan mengira bahwa Anda memamerkannya di depan orang banyak.
  4. Beri anak reward berupa hadiah bersifat edukatif yang bisa ia pilih saat ia berhasil melakukan hal yang besar. Ingat, jangan pernah memberi hal yang bersifat material. Hanya berikan reward saat anak betul-betul telah berjuang keras untuk mencapai hal tersebut agar anak tidak terbiasa melakukan sesuatu hanya untuk mendapatkan imbalan.
  5. Masakkan menu makanan kesukannya atau ajak anak makan di restoran favoritnya jika dia berhasil menunjukkan rasa percaya dirinya akan suatu kegiatan.
  6. Ajari anak untuk terpacu dan lebih tertantang untuk melakukan hal yang lebih besar lainnya. Menstimulasi anak untuk tantangan yang lebih besar akan membantu rasa percaya diri pada anak tetap terpupuk dengan baik.

Demikian ulasan mengenai cara meningkatkan rasa percaya diri anak beserta poin-poin penting seputar manfaat dari anak memiliki rasa percaya diri yang besar sampai bagaimana menyampaikan kritik ke anak dengan baik agar tidak memupus rasa percaya dirinya. Semoga ulasan ini bermanfaat untuk Anda dalam mendidik buah hati tercinta. Happy parenting.

Sponsors Link

*Jika artikel ini bermanfaat, mohon di share ^V^!

, , , , ,
Post Date: Saturday 14th, January 2017 / 06:50 Oleh :
Kategori : Parenting